Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
banjir di Kabul, Afghanistan
banjir di Kabul, Afghanistan (ISAF Headquarters Public Affairs Office from Kabul, Afghanistan, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • 1.800 keluarga terdampak banjir.

  • Afghanistan termasuk negara yang rentan terhadap cuaca ekstrem

  • Afghanistan diperkirakan akan tetap alami krisis kemanusiaan terbesar di dunia pada 2026Perser

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Hujan lebat dan salju yang turun di Afghanistan telah memicu banjir bandang di sejumlah wilayah. Pihak berwenang melaporkan sedikitnya 17 orang tewas dan 11 lainnya terluka.

Dilansir dari Al Jazeera, korban tewas termasuk lima anggota keluarga yang atap rumahnya runtuh di distrik Kabkan, provinsi Herat. Dua di antaranya adalah anak-anak, kata Mohammad Yousaf Saeedi, juru bicara gubernur Herat.

1. 1.800 keluarga terdampak banjir

Mohammad Yousaf Hammad, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan (ANDMA), mengungkapkan bahwa sebagian besar kematian telah dilaporkan sejak Senin (29/12/2025) di distrik-distrik yang terdampak banjir.

Cuaca ekstrem ini juga mengganggu aktivitas sehari-hari di wilayah tengah, utara, selatan, dan barat Afghanistan. Banjir merusak infrastruktur, menewaskan ternak, dan berdampak pada 1.800 keluarga, memperburuk kondisi masyarakat perkotaan dan pedesaan yang sudah rentan.

Hammad menambahkan, pihaknya telah mengirimkan tim asesmen ke wilayah yang paling terdampak parah. Proses pendataan masih berlangsung untuk menentukan kebutuhan lebih lanjut.

2. Afghanistan termasuk negara yang rentan terhadap cuaca ekstrem

Afghanistan, seperti negara tetangganya, Pakistan dan India, sangat rentan terhadap cuaca ekstrem, terutama banjir bandang yang biasa terjadi setelah hujan musiman.

Konflik selama puluhan tahun, infrastruktur yang buruk, penggundulan hutan, dan dampak perubahan iklim yang kian instens semakin memperparah dampak bencana tersebut, terutama di daerah terpencil di mana banyak rumah terbuat dari tanah liat dan memberikan perlindungan terbatas.

Pada Agustus lalu, gempa berkekuatan 6,0 melanda Afghanistan timur dan menewaskan lebih dari 1.400 orang. Upaya penyelamatan terhambat akibat banjir bandang di provinsi Nangarhar, Afghanistan, yang berbatasan dengan provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan.

3. Afghanistan diperkirakan akan tetap alami krisis kemanusiaan terbesar di dunia pada 2026

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga bantuan lainnya menyatakan bahwa Afghanistan kemungkinan akan tetap menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia pada 2026.

Pada Selasa (30/12/2025), PBB dan mitra kemanusiaannya meluncurkan permohonan dana sebesar 1,7 miliar dolar AS (sekitar Rp28 triliun) untuk membantu hampir 18 juta orang yang membutuhkan bantuan mendesak di negara tersebut.

Ketahanan pangan dan sanitasi masih menjadi kebutuhan paling mendesak. Rencana Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan Afghanistan memperkirakan bahwa selama musim paceklik 2025–2026, lebih dari sepertiga penduduk Afghanistan akan menghadapi kerawanan pangan pada tingkat krisis atau lebih buruk. Artinya, banyak keluarga hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan minimum dengan menguras aset penting mereka.

Diperkirakan, 25 persen rumah tangga tahun ini juga masih bergantung pada sumber air yang tidak layak, sementara 37 persen tidak memiliki sabun untuk kebersihan dasar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team