Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Inggris sedang berkibar.
potret bendera Inggris (unsplash.com/David Clode)

Intinya sih...

  • Bantuan militer Inggris berisi paket senjata lengkap

  • Inggris memberikan bantuan militer di saat Rusia masih terus menyerang Ukraina

  • Ukraina sudah berupaya meredakan serangan Rusia dengan jalan diplomasi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris akan mengirim bantuan militer senilai 500 juta pound sterling atau Rp11,4 triliun untuk membantu Ukraina. Kabar itu diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada Kamis (12/2/2026).

Menurut keterangan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, bantuan militer ini diberikan agar Ukraina bisa bertahan dari serangan pasukan Rusia yang menyasar rumah-rumah penduduk dan infrastruktur energi.  

“Saat kita mendekati tahun ke-5 invasi skala penuh (Vladimir) Putin, Inggris dan sekutu kami lebih berkomitmen dari sebelumnya untuk mendukung Ukraina,” kata Healey dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Bantuan militer berisi paket senjata lengkap

ilustrasi bantuan militer (unsplash.com/Snap Wander)

Dalam pernyataannya, John Healey menjelaskan, bantuan militer yang diberikan Inggris kepada Ukraina berisi paket senjata lengkap. Paket senjata tersebut berisi 1.000 Rudal Multiguna Ringan (LMM), 1.200 rudal pertahanan udara, dan 200.000 butir amunisi artileri. 

Healey mengatakan, semua senjata itu berguna untuk menangkal serangan drone pasukan Rusia. Apalagi, Ukraina saat ini juga sedang kekurangan senjata untuk melawan serangan pasukan Rusia yang kian meningkat. 

Lebih lanjut, Healey menambahkan, sebanyak 150 juta pound sterling atau Rp3 triliun dari total bantuan militer yang diberikan akan dipakai untuk membeli kebutuhan senjata mendesak (PURL) yang sudah dirinci oleh NATO untuk Ukraina. Kebutuhan senjata tersebut meliputi sistem pertahanan udara untuk menangkal serangan drone.

2. Bantuan militer Inggris diberikan di saat Rusia masih terus menyerang Ukraina

ilustrasi serangan Rusia ke Ukraina (pexels.com/asim alnamat)

Bantuan militer dari Inggris ini diberikan di saat Rusia masih terus menyerang Ukraina. Serangan terbaru terjadi di wilayah Donetsk pada Kamis malam waktu setempat. Serangan tersebut dilaporkan melukai beberapa orang. 

Selain Donetsk, serangan juga terjadi di sebuah pelabuhan di dekat wilayah Odessa. Menurut keterangan otoritas setempat pada Jumat (13/2/2026), serangan itu dilakukan menggunakan drone. Satu orang dinyatakan tewas imbas serangan tersebut. Sementara itu, enam orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

"Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur pelabuhan dan kereta api (di dekat wilayah Odessa)," tulis Wakil Perdana Menteri Ukraina, Oleksiy Kuleba, di Telegram, seperti dikutip The Strait Times.

3. Ukraina sudah berupaya meredakan serangan Rusia dengan jalan diplomasi

ilustrasi upaya diplomasi (unsplash.com/Markus Winkler)

Untuk meredakan serangan Rusia, Presiden Volodymyr Zelenskyy sudah melakukan pertemuan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat sebagai mediator di Abu Dhabi beberapa waktu lalu. Namun, upaya diplomasi itu belum menghasilkan kesepakatan berarti. Sebab, Rusia belum mau menyetujui gencatan senjata dengan Ukraina. 

Zelenskyy mengatakan, AS sudah menyarankan pertemuan lanjutan untuk membahas gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina pada pekan depan. Oleh karena itu, ia berharap pertemuan itu bisa menjadi akhir dari negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina sehingga gencatan senjata bisa segera dilakukan.

Gencatan senjata ini diperlukan agar Ukraina bisa segera menggelar pemilihan umum. Sebab, pemilu di Ukraina sudah tertunda sejak 2024 karena Rusia terus melakukan serangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team