Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bentrokan usai Pemilu di Benggala India, Empat Orang Tewas
Bendera India (unsplash.com/Girish Dalvi)
  • Bentrok terjadi di Benggala Barat usai pengumuman hasil pemilu yang dimenangkan Partai Bharatiya Janata (BJP), sementara Partai Trinamool Congress (TMC) menolak hasil tersebut.
  • Empat orang tewas dalam kerusuhan, masing-masing dua dari kubu BJP dan dua dari TMC, serta seorang polisi terluka akibat tembakan saat bentrokan berlangsung.
  • Pemerintah menambah pasukan keamanan di wilayah rawan dan menyerukan ketenangan, sementara kedua partai saling tuduh terkait aksi kekerasan pasca pemilu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepolisian dan pejabat partai di negara bagian Benggala Barat, India, memastikan empat orang meninggal dunia dalam kerusuhan politik pada Rabu (6/5/2026). Bentrokan antar pendukung partai politik tersebut terjadi di Kolkata dan sejumlah wilayah lain setelah hasil pemilihan umum (pemilu) diumumkan.

Keributan ini berawal setelah Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi berhasil memenangi pemilu dan menguasai negara bagian tersebut. Partai oposisi, All India Trinamool Congress (TMC), menolak hasil pemilu sehingga kedua pihak saling menyalahkan.

1. BJP menang pemilu dan TMC tolak hasil suara

Berdasarkan hasil pemilu yang diumumkan pada Senin (4/5/2026), BJP mendapat 206 dari 294 kursi di dewan perwakilan wilayah tersebut. Hasil ini mengakhiri masa kepemimpinan TMC yang sudah berkuasa sejak 2011 di bawah Mamata Banerjee.

Banerjee menolak hasil pemilu dan menganggapnya sebagai sebuah persekongkolan yang tidak adil.

"Saya tidak akan mundur. Kami kalah bukan karena pilihan rakyat, melainkan karena ada persekongkolan," kata Banerjee, dilansir Daily Times.

Ia juga menuduh Komisi Pemilihan Umum memihak kepada BJP. Pengamat menilai kemenangan BJP di wilayah ini sebagai keberhasilan terbesar partai tersebut sejak Modi terpilih pada 2014, karena pengaruh BJP kini makin meluas.

2. Empat orang dari BJP dan TMC meninggal dunia

Polisi memastikan empat orang meninggal akibat bentrokan tersebut. Dua orang berasal dari kelompok BJP dan dua lainnya dari kelompok TMC. Seorang anggota polisi juga terkena tembakan di bagian kaki saat kejadian.

"Dua anggota kami meninggal setelah hasil pemilu diumumkan pada hari Senin," kata Samik Bhattacharya, ketua partai BJP, dilansir Pakistan Today.

Di sisi lain, TMC melaporkan dua anggotanya dikeroyok hingga meninggal dan beberapa kantor partainya dirusak. TMC menyebut peristiwa itu sebagai tindak kekerasan terhadap anggota partai mereka. Sementara itu, BJP meminta anggotanya untuk tetap tenang dan tidak mudah tersulut emosi.

"Kantor partai kami dirusak di beberapa wilayah. Dua korban yang meninggal adalah pengurus partai di tingkat bawah," kata Narendranath Chakraborty, anggota legislatif dari TMC, dilansir The Indian Express.

3. Polisi tambah pasukan dan minta warga tenang

Pihak berwenang menambah jumlah petugas keamanan di daerah-daerah yang rawan untuk mencegah keributan susulan. Hingga saat ini, polisi belum memberikan penjelasan lengkap mengenai pihak-pihak yang ditangkap atau hasil penyelidikan sementara.

Dalam jumpa pers, Samik Bhattacharya menegaskan bahwa partainya menolak segala bentuk kekerasan setelah pemilu. Ia juga meminta pemerintah setempat untuk bertindak tegas tanpa melihat latar belakang politik pihak yang bersalah.

"Kekerasan setelah pemilu tidak bisa dibenarkan. Jika ada anggota BJP yang terbukti ikut campur, kami akan memberhentikannya," kata Bhattacharya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team