Gordon Taylor, Ketua Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA). Sky Sports
Lain halnya dengan Ketua Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA), Gordon Taylor. Ia mengaku mendukung sikap Ozil tersebut. Dalam wawancara dengan The Daily Telegraph, ia menilai Arsenal semestinya berada di belakang Ozil yang telah menggunakan posisinya sebagai figur publik untuk menyoroti apa yang terjadi di Xinjiang.
Menurutnya, Ozil punya hak kebebasan berbicara dan telah memanfaatkannya untuk tujuan yang baik. "Kami adalah orang-orang yang sangat percaya kepada kesetaraan," kata Taylor. "Mengapa pemain tidak boleh menggunakan profil mereka dalam situasi-situasi seperti ini?"
Menurut berbagai laporan baik dari PBB maupun Amnesty International, ada sekitar satu juga Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya yang ditawan oleh Tiongkok. Mereka dipaksa masuk ke kamp-kamp detensi untuk dicuci otak.
Dokumen yang bocor ke tangan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) pada November lalu merinci seperti apa pelanggaran-pelanggaran yang dialami di dalam kamp. Tempat tersebut beroperasi layaknya penjara berkeamanan maksimum dan mereka diwajibkan memakai Bahasa Mandarin.
Sementara itu, Tiongkok selalu membantah semua laporan itu. Yang terbaru, media pemerintah berbahasa Inggris Global Times merilis posisi editorial terhadap sikap Amerika Serikat yang dianggap mengintervensi urusan di Xinjiang karena iri.
"Negara Barat mengaplikasikan standar ganda kepada Tiongkok sebab Amerika Serikat tak bisa menerima fakta Tiongkok sedang bangkit," tegas media itu, kemudian melanjutkan bahwa Washington tidak memberi tekanan yang sama terhadap Myanmar atas apa yang dialami Rohingya dan Arab Saudi setelah jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh.