potret logo The Washington Post (unsplash.com/appshunter.io)
Serikat pekerja The Washington Post Guild menyebut mundurnya Lewis sudah lama ditunggu. Menurut mereka, Lewis gagal memimpin The Washington Post sebagai salah satu surat kabar paling bergengsi di Amerika Serikat. Serikat juga mendesak Bezos untuk segera membatalkan PHK atau menjual The Post.
"Warisan kepemimpinannya adalah upaya penghancuran institusi jurnalisme Amerika yang besar. Jika Jeff Bezos tidak lagi bersedia berinvestasi pada misi yang telah mendefinisikan surat kabar ini selama beberapa generasi, maka The Post layak memiliki pengelola lain yang mau melakukannya," begitu pernyataan serikatnya.
Berbeda dengan Serikat, Lewis justru memuji langkah Bezos dalam mengelola The Washington Post. Dia bahkan menyatakan Bezos merupakan pemilik terbaik The Washington Post.
"Institusi ini tidak mungkin memiliki pemilik yang lebih baik. Selama masa jabatan saya, keputusan-keputusan sulit telah diambil demi memastikan masa depan The Washington Post yang berkelanjutan, agar tetap dapat menyajikan jurnalisme non-partisan berkualitas tinggi kepada jutaan pembaca setiap hari," tulis Lewis.
Tapi, Bezos dalam pernyataannya, tidak menyebut nama Lewis. Dia menyatakan D’Onofrio dan timnya siap memimpin The Washington Post menuju babak baru yang menarik dan berkembang.
"The Post memiliki misi jurnalistik yang esensial dan peluang luar biasa. Setiap hari pembaca memberi kami peta jalan menuju kesuksesan. Data menunjukkan apa yang bernilai dan ke mana kami harus fokus," ujarnya.
Sementara itu, D’Onofrio dalam pesannya kepada staf mengaku pekan lalu merupakan periode berat buat The Washington Post. Dia menyatakan itu merupakan proses dari perubahan dan ada keyakinan darinya seluruh pihak di internal bisa melewati periode sulit tersebut.
"Kami mengakhiri pekan yang sulit dengan lebih banyak perubahan. Ini adalah masa yang menantang bagi seluruh organisasi media, dan The Post sayangnya tidak terkecuali. Saya tidak ragu kami akan mampu menghadapi tantangan ini bersama-sama," ujar D'Onofrio.