Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bus Berisi Turis China Terjun ke Danau Rusia, 8 Orang Hilang
Ilustrasi danau es (unsplash.com/Callum Stewart)
  • Sebuah bus berisi turis asal China terjun ke Danau Baikal, Rusia, setelah lapisan es pecah, menyebabkan delapan orang hilang dan operasi pencarian dilakukan di tengah suhu ekstrem.
  • Pihak kejaksaan Irkutsk membuka penyelidikan pidana karena bus melintasi jalur es terlarang tanpa izin resmi, sementara satu penumpang berhasil selamat sebelum kendaraan tenggelam sepenuhnya.
  • Pemerintah Rusia dan China segera berkoordinasi untuk menangani insiden ini secara transparan, memastikan dukungan bagi keluarga korban serta menjaga hubungan diplomatik kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah tragedi mematikan menimpa rombongan wisatawan asal China saat berkunjung ke Danau Baikal, Siberia, Rusia, pada Jumat (20/2/2026). Delapan orang, yang terdiri dari tujuh penumpang dan satu pengemudi, dikhawatirkan tewas setelah bus yang mereka tumpangi terperosok ke dalam air akibat lapisan es permukaan danau yang tiba-tiba pecah.

Insiden mengerikan ini dengan cepat mengubah destinasi wisata musim dingin yang sangat populer tersebut menjadi lokasi bencana yang mencekam. Otoritas setempat kini tengah berpacu dengan waktu dan cuaca ekstrem untuk menyisir lokasi kejadian, menelusuri perairan danau terdalam di dunia itu guna mencari para korban yang masih dinyatakan hilang.

1. Bus terperosok ke dalam es

Kecelakaan maut menimpa sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan asal China. Bus tersebut nekat melintasi hamparan es di Danau Baikal, sebelah utara Mongolia, demi menikmati pemandangan musim dingin. Nahasnya, kendaraan itu terperosok ke dalam celah es selebar tiga meter yang mendadak terbuka karena tidak kuat menahan beban bus.

Tim penyelamat dari Kementerian Situasi Darurat Rusia segera turun tangan menggunakan kamera bawah air canggih. Mereka berusaha memetakan posisi bangkai bus yang telah tenggelam hingga kedalaman 18 meter. Suhu air di bawah titik beku dan jarak pandang yang minim menjadi tantangan berat bagi para penyelam profesional di lokasi kejadian.

Operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unit penyelamat air. Sayangnya, peluang untuk menemukan korban dalam keadaan selamat sangatlah kecil. Suhu ekstrem di perairan Siberia yang sangat dingin dapat memicu hipotermia berat hanya dalam hitungan menit.

Perwakilan kementerian menegaskan bahwa seluruh prosedur evakuasi direncanakan dengan sangat teliti untuk menghindari risiko tambahan bagi keselamatan tim penolong.

2. Penyelidikan pidana dibuka usai bus wisata tenggelam

Otoritas hukum di wilayah Irkutsk, melalui kantor kejaksaan regional, resmi membuka penyelidikan pidana atas insiden ini. Penyelidikan tersebut berfokus untuk mencari tahu alasan bus wisata itu bisa berada di area terlarang. Pasalnya, jalur es yang dilewati bukanlah rute resmi yang memiliki sertifikat keamanan dari pemerintah setempat.

Berdasarkan investigasi awal, pengemudi diduga sengaja mengabaikan protokol keselamatan dengan melintasi bagian danau yang belum aman untuk kendaraan berat. Pelanggaran serius ini sangat berbahaya di wilayah ekstrem seperti Siberia, karena ketebalan es dapat berubah drastis dalam waktu yang sangat singkat.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses hukum dan evakuasi korban. Ia mengonfirmasi bahwa ada satu wisatawan yang secara ajaib berhasil menyelamatkan diri, tepat sebelum bus tersebut tenggelam sepenuhnya ke dasar danau. Kobzev juga memastikan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan hingga seluruh korban ditemukan.

"Satu turis berhasil meloloskan diri, dan pencarian terhadap yang lainnya terus berlanjut," kata Kobzev, dilansir The Star.

3. Rusia dan China saling berkoordinasi untuk tangani insiden maut bus wisata

Tragedi yang menimpa wisatawan mancanegara ini terjadi di tengah melonjaknya angka kunjungan turis dari China ke Rusia. Peningkatan ini didorong oleh hubungan strategis kedua negara yang semakin kuat, serta pemberlakuan aturan bebas visa yang mempermudah wisatawan untuk menjelajahi keindahan alam Siberia.

Menyadari tingginya sensitivitas diplomatik dari insiden tersebut, Rusia segera mengambil langkah koordinasi yang cepat. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi penyelidikan bagi pihak China, dengan melibatkan langsung perwakilan diplomatik mereka di wilayah kejadian.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, memastikan bahwa penanganan aspek internasional dalam kasus ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa koordinasi dengan negara tetangga telah dilakukan sejak jam-jam pertama setelah kecelakaan terjadi.

Otoritas Rusia juga berupaya keras memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, sekaligus memastikan seluruh standar penanganan hukum internasional terpenuhi dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team