Tragedi Imlek, 12 Orang Tewas akibat Ledakan Toko Kembang Api di China

- Ledakan di toko kembang api di Xiangyang, Hubei, menewaskan 12 orang saat perayaan Imlek, dengan api melahap area sekitar 50 meter persegi sebelum berhasil dipadamkan.
- Insiden ini menjadi ledakan mematikan kedua dalam pekan yang sama, setelah kejadian serupa di Jiangsu yang menewaskan delapan orang dan melukai dua lainnya.
- Pemerintah China menyerukan peningkatan pengawasan terhadap produksi hingga penggunaan kembang api serta penegakan standar keselamatan untuk mencegah kecelakaan berulang.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 12 orang tewas akibat ledakan di sebuah toko kembang api di provinsi Hubei, China. Ini merupakan ledakan mematikan kedua yang terkait kembang api saat negara itu merayakan Tahun Baru Imlek.
Insiden ini terjadi di sebuah toko Insiden di kota Xiangyang pada Rabu (18/2/2026). Kobaran api menyebar ke seluruh bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 1 jam. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab ledakan tersebut,
“Sekitar pukul 14.00 pada tanggal 18, terjadi kebakaran dan ledakan di sebuah toko kembang api dan petasan di desa Zhengji di provinsi Hubei. Kebakaran tersebut meliputi area sekitar 50 meter persegi dan sejauh ini telah menyebabkan 12 kematian," demikian laporan China Central Television (CCTV), mengutip otoritas setempat.
1. 8 orang tewas akibat insiden serupa awal pekan ini

Menurut pihak berwenang, lima anak-anak dan tujuh orang dewasa tewas akibat ledakan tersebut. Korban termasuk pemilik toko dan pelanggan yang membeli kembang api untuk perayaan Imlek. Sebagian dari mereka diketahui datang dari daerah lain untuk mengunjungi kerabat mereka selama masa perayaan, dilansir dari Al Jazeera.
Kembang api dan petasan biasa dinyalakan di berbagai wilayah China selama periode Tahun Baru Imlek. Tradisi ini dipercaya sebagai cara untuk menyambut kemakmuran dan keberuntungan sekaligus mengusir roh jahat. Namun, penggunaannya yang meluas kerap memicu insiden berbahaya.
Pada Minggu (15/2/2026), ledakan serupa juga terjadi di sebuah toko kembang api di provinsi Jiangsu. Sedikitnya delapan orang tewas dan dua lainnya terluka. Otoritas setempat mengatakan, ledakan itu terjadi setelah seorang warga menyalakan kembang api di dekat gedung tersebut.
2. Pemerintah daerah diimbau tingkatkan pengawasan terhadap kembang api

Menanggapi insiden di Jiangsu, Kementerian Manajemen Darurat China meminta seluruh daerah untuk memperketat pengawasan di tahap produksi, transportasi, penjualan hingga penggunaan kembang api. Para pejabat juga menyerukan dilakukannya penilaian risiko secara menyeluruh dan peningkatan kewaspadaan selama masa liburan.
“(Para pejabat harus) dengan tegas mencegah terulangnya insiden serupa,” kata kementerian dalam pernyataan pada Senin (16/2/2026), dikutip dari SCMP.
Selain itu, kementerian juga mengimbau masyarakat agar menghindari tindakan berbahaya, seperti menyalakan kembang api atau merokok di area sekitar toko.
3. Kecelakaan kerap disebabkan oleh lemahnya standar keselamatan

Dilansir dari CNA, kecelakaan industri kerap terjadi di China akibat lemahnya standar keselamatan. Sebelumnya, sedikitnya delapan orang tewas akibat ledakan di sebuah pabrik bioteknologi di provinsi Shanxi, China utara, bulan ini.
Pada akhir Januari, ledakan juga terjadi di sebuah pabrik baja di provinsi Inner Mongolia. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam kecelakaan tersebut


















