Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Maria Corina Machado sedang melakukan wawancara bersama wartawan.
potret pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)

Intinya sih...

  • Machado serahkan medali Nobel Perdamaian ke Trump sebagai gestur simbolik

  • Upaya Machado mendekati Washington untuk mempengaruhi kebijakan terhadap Venezuela

  • Masa depan Venezuela masih belum pasti, dengan harapan demokratisasi dan fokus Trump pada akses minyak Venezuela

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian miliknya kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuan di Gedung Putih. Langkah simbolik itu dilakukan Machado di tengah upayanya mempengaruhi arah kebijakan Washington terhadap masa depan politik Venezuela.

Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi Trump berniat menyimpan medali tersebut. Melalui unggahan di Truth Social pada Kamis (15/1/2026) malam waktu setempat, Trump menyebut pemberian itu sebagai bentuk penghormatan timbal balik.

“Maria mempersembahkan Nobel Perdamaian miliknya kepada saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan. Sebuah gestur saling menghormati yang luar biasa. Terima kasih, Maria!” tulis Trump, dilansir dari Channel News Asia, Jumat (16/1/2026).

Machado menyebut pertemuan tersebut berlangsung sangat baik dan mengatakan hadiah itu diberikan sebagai pengakuan atas apa yang ia sebut sebagai komitmen Trump terhadap kebebasan rakyat Venezuela.

1. Gestur simbolik di tengah tarik ulur politik

ilustrasi Nobel Perdamaian (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Pemberian medali Nobel ini terjadi tak lama setelah Trump menepis kemungkinan menunjuk Machado sebagai pemimpin Venezuela untuk menggantikan Presiden Nicolás Maduro yang telah ditangkap oleh Amerika Serikat awal bulan ini.

Meski Machado menyerahkan medali emas yang biasa diterima peraih Nobel, kehormatan tersebut secara resmi tetap melekat pada dirinya. Institut Nobel Norwegia telah menegaskan, hadiah Nobel tidak dapat dipindahtangankan, dibagi, maupun dicabut.

Trump sendiri diketahui telah lama menyatakan minat untuk memenangkan Nobel Perdamaian dan sempat secara terbuka berkampanye untuk penghargaan tersebut sebelum Machado dianugerahi hadiah itu bulan lalu. Ketika ditanya apakah ia menginginkan Machado memberikan Nobel itu kepadanya, Trump menjawab, “Tidak, saya tidak mengatakan itu. Dia yang memenangkan Nobel Perdamaian.”

2. Upaya Machado mendekati Washington

Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado (Wikimedia.org/World Economic Forum/Bel Pedrosa)

Pertemuan makan siang antara Trump dan Machado berlangsung lebih dari satu jam dan menjadi pertemuan tatap muka pertama keduanya. Usai dari Gedung Putih, Machado melanjutkan agenda dengan bertemu lebih dari selusin senator dari Partai Republik dan Demokrat di Capitol Hill, tempat ia selama ini menemukan dukungan yang lebih kuat.

Di tengah kunjungan tersebut, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump menantikan pertemuan itu, namun tetap pada penilaiannya, Machado belum memiliki dukungan yang cukup untuk memimpin Venezuela dalam waktu dekat.

Machado, yang melarikan diri dari Venezuela melalui pelarian laut dramatis pada Desember lalu, kini bersaing dengan pejabat pemerintah Venezuela untuk mendapatkan perhatian Trump. Ia berupaya memastikan peran dalam pemerintahan Venezuela ke depan, seiring meningkatnya harapan akan proses demokratisasi pasca penangkapan Maduro.

3. Masa depan Venezuela

ilustrasi bendera Venezuela (commons.wikimedia.org/Aerra Carnicom)

Sejumlah politisi AS dan diaspora Venezuela menyatakan harapan negara itu akan memasuki fase demokratisasi. Namun, Senator Demokrat Chris Murphy mengatakan, Machado menyampaikan kepada para senator tingkat represi saat ini tidak berbeda dari era Maduro.

Menurut Murphy, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodríguez merupakan operator ulung yang semakin mengokohkan kekuasaannya berkat dukungan Trump.

“Saya berharap pemilu bisa terjadi, tetapi saya skeptis,” kata Murphy.

Trump sendiri menegaskan fokusnya adalah mengamankan akses Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela serta membangun kembali perekonomian negara tersebut. Ia beberapa kali memuji Rodríguez, yang menggantikan Maduro setelah penangkapannya, dan menyebutnya sebagai mitra yang sangat mudah diajak bekerja sama.

Machado sebelumnya dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Venezuela 2024 oleh mahkamah agung yang didominasi sekutu Maduro. Pengamat internasional meyakini kandidat oposisi Edmundo González, yang didukung Machado, memenangkan pemilu dengan selisih besar. Namun, Maduro tetap mengklaim kemenangan dan mempertahankan kekuasaan.

Meski pemerintah Venezuela telah membebaskan puluhan tahanan politik dalam beberapa hari terakhir, kelompok pemantau menyatakan jumlah tersebut dibesar-besarkan. Dalam pidato tahunan di hadapan parlemen, Rodríguez menyerukan diplomasi dengan Washington dan mengatakan siap datang ke AS berjalan dengan kaki sendiri, bukan diseret, sembari mengumumkan rencana reformasi sektor minyak guna menarik lebih banyak investor asing.

Editorial Team