Jakarta, IDN Times - Ramai di jagat media sosial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ‘memarahi’ orang Indonesia karena mendukung Iran. Ia bahkan membawa-bawa agama Islam dengan pemahaman Sunni dan Syiah.
Namun, benarkah hal tersebut?
Dalam unggahan yang ramai di sejumlah akun media sosial, Trump seakan mencuit di akun Truth Social, yang isinya:
“Sebagian besar orang Indonesia beragama Sunni, kan? Dan selama bertahun-tahun, Anda terus-menerus mendengar tentang bagaimana Syiah itu "salah,"
"berbahaya," semuanya—kampanye besar, omong besar.
Semua orang berteriak.
Dan sekarang? Tiba-tiba mereka mendukung rezim Syiah di Iran—hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika. Luar biasa bagaimana itu bisa terjadi! Balik total. Tidak ada konsistensi, tidak ada prinsip—hanya politik.
Mengatakan satu hal kemarin, melakukan hal yang SAMA SEKALI BERLAWANAN hari ini. Sangat meyakinkan... TIDAK!
Kemunafikan pada tingkat yang berbeda. Menyedihkan!!
PRESIDEN DONALD J. TRUMP”
Namun, dalam penelusuran IDN Times di akun Truth Social-nya, tak ada sama sekali cuitan Trump tentang mayoritas orang Indonesia yang mendukung Iran. Cuitan Trump terakhir kali mengenai kekuatan militer Amerika Serikat yang akan tetap siaga di sekitar Iran sampai kesepakatan benar-benar dipatuhi sepenuhnya. Jika kesepakatan gagal, AS mengancam akan melanjutkan serangan dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
Selain itu, Trump mengatakan, AS menegaskan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka serta aman. Di saat yang sama, militer AS disebut sedang bersiap sambil menunggu kemungkinan operasi berikutnya.
