Keiji Furuya merupakan anggota Majelis Rendah dari Partai Demokrat Liberal (LDP) sekaligus sekutu dekat PM Sanae Takaichi. Sebagai ketua kelompok parlemen Jepang-Taiwan, Furuya memiliki pengaruh besar dalam kebijakan luar negeri Jepang terhadap Taipei. China menilai kunjungannya ke Taiwan sebagai tindakan provokatif yang melanggar prinsip "Satu China".
Berdasarkan Undang-Undang Anti-Sanksi Asing, Beijing membekukan aset Furuya dan melarang pihak mana pun di China bertransaksi dengannya. Menanggapi hal ini, Furuya menegaskan bahwa aktivitasnya adalah tugas diplomasi wajar dan ia tidak memiliki ketergantungan finansial dengan China.
"Kunjungan ke Taiwan adalah bagian wajar dari tugas kelompok parlemen yang saya pimpin. Saya sudah puluhan tahun tidak menginjakkan kaki di China daratan dan tidak punya aset apa pun di sana," ujar Furuya, dilansir The Hindu.
Furuya juga aktif mendorong kerja sama keamanan trilateral antara Jepang, Amerika Serikat, dan Taiwan. China memandang langkah tersebut sebagai upaya melegitimasi kedaulatan Taiwan.
"Meski telah ditentang keras, anggota DPR Jepang Keiji Furuya terus melakukan kunjungan provokatif ke Taiwan dan bekerja sama dengan kelompok pendukung kemerdekaan Taiwan. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip Satu China," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, dilansir Focus Taiwan.