Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyalahkan Amerika Serikat atas kegagalan perundingan damai yang bertujuan meredakan konflik di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Saint Petersburg, Senin (27/4/2026), di tengah kebuntuan diplomasi antara Washington dan Teheran.
Araghchi menilai pendekatan Amerika Serikat menjadi faktor utama gagalnya putaran negosiasi sebelumnya. Ia menyebut tuntutan yang diajukan Washington dinilai terlalu berlebihan, sehingga menghambat tercapainya kesepakatan yang diharapkan kedua pihak.
“Pendekatan AS, meskipun ada kemajuan, menyebabkan putaran negosiasi sebelumnya gagal mencapai tujuannya karena tuntutan yang berlebihan,” kata Araghchi, dikutip dari AFP, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan ke Rusia ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi Iran, setelah sebelumnya Araghchi melakukan perjalanan ke Oman dan Pakistan, dua negara yang berperan sebagai mediator dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan tersebut.
