Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PBB: Iran Bakal Krisis Pasokan Medis Jika Perang Berlanjut

PBB: Iran Bakal Krisis Pasokan Medis Jika Perang Berlanjut
ilustrasi pasokan medis (unsplash.com/Arpad Czapp)
Intinya Sih
  • PBB memperingatkan Iran berpotensi mengalami krisis pasokan medis akibat perang berkepanjangan dengan AS dan Israel, terutama karena penutupan Selat Hormuz yang menghambat distribusi obat dan alat kesehatan.
  • Kepala Rumah Sakit di Teheran menyebut cadangan obat-obatan Iran hanya cukup untuk dua bulan, sementara 60 persen pengiriman alat cuci darah dari luar negeri terganggu akibat konflik.
  • Meski gencatan senjata antara AS dan Iran diperpanjang, laporan CNN mengungkap rencana rahasia militer AS untuk menyerang infrastruktur publik dan energi Iran guna menekan kesepakatan damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut Iran akan mengalami krisis pasokan medis, seperti obat-obatan dan alat-alat kesehatan jika perang dengan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut. Pernyataan tersebut disampaikan PBB dalam laporan resminya pada Jumat (24/4/2026) yang dikutip Jerusalem Post, Minggu (26/4/2026).

Menurut PBB, jika perang berlanjut, Iran dan AS akan terus menutup Selat Hormuz. Terlebih, baik Iran dan AS kini sama-sama mengklaim telah memblokade selat tersebut untuk pelayaran internasional. 

PBB menjelaskan, penutupan Selat Hormuz akan membuat pengiriman pasokan medis ke fasilitas kesehatan di Iran terganggu. Ini juga akan membuat harga pasokan medis melonjak sama seperti yang terjadi pada harga minyak. 

1. Cadangan pasokan medis Iran hanya akan bertahan dua bulan

Peralatan medis steril seperti masker, gunting bedah, perban, dan jarum suntik tersusun di atas meja logam di ruang perawatan.
ilustrasi pasokan medis (pexels.com/Stef-b)

Sebetulnya, Iran saat ini sudah mulai kekurangan pasokan medis. Salah satunya adalah alat cuci darah untuk pasien gagal ginjal. Hal ini disebabkan karena 60 persen pengiriman pasokan alat cuci darah dari luar negeri terganggu akibat perang dengan AS dan Israel. 

Kendati begitu, Kepala Rumah Sakit Ebnesia di Teheran yang tidak disebut namanya mengatakan, cadangan pasokan medis yang dimiliki Iran kini masih memadai, terutama untuk obat-obatan. Namun, cadangan tersebut diprediksi hanya akan bertahan selama kurang lebih dua bulan. 

“Menurut saya, kita hanya memiliki persediaan obat untuk dua bulan,” kata kepala rumah sakit tersebut.

2. Iran bisa bernapas lega karena gencatan senjata dengan AS diperpanjang

Seorang perempuan memegang papan karton bertuliskan seruan gencatan senjata dalam sebuah aksi damai di luar ruangan.
ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Omar Ramadan)

Beruntungnya, Iran kini bisa bernapas lega. Sebab, AS sudah sepakat memperpanjang gencatan senjata dengan Iran pada 21 April pekan lalu. Kesepakatan ini membuat perang antara Iran dengan AS dan Israel bisa berhenti sejenak. 

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, perpanjangan gencatan senjata bakal dilakukan hingga Iran menyepakati perdamaian dengannya. Gencatan senjata ini seharusnya sudah berakhir pada 22 April.   

Trump menambahkan, dirinya juga akan melanjutkan blokade terhadap Selat Hormuz. Jika Iran sudah sepakat berdamai dengan AS, baru dirinya akan bersedia untuk kembali membuka selat tersebut. 

3. AS diam-diam berencana menyerang Iran

Asap tebal dan api besar membumbung dari area perkotaan padat saat senja, menggambarkan situasi serangan di tengah kota.
ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Kendati sudah memperpanjang gencatan senjata, beberapa waktu lalu, AS dikabarkan berencana melakukan serangan baru ke Iran. Menurut laporan CNN yang mengutip sumber internal militer AS pada Kamis (23/4/2026), serangan bakal dilakukan ke infrastruktur publik milik Iran. Serangan ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyepakati perdamaian dengan AS.

Sumber militer AS menambahkan, negaranya juga masih menyimpan sejumlah opsi serangan yang akan dilakukan ke Iran. Ia menjelaskan, ada dua opsi lain yang sedang dipertimbangkan Washington.

Pertama, AS berencana menyerang infrastruktur energi yang ada di Iran. Kedua, AS akan melakukan serangan terhadap para petinggi militer negara tersebut. Keduanya menjadi opsi terakhir yang akan dilakukan jika serangan terhadap infrastruktur publik Iran tidak mampu membuat mereka menyepakati perdamaian dengan AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More