Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan pada Minggu (1/3/2026) malam bahwa pemerintahnya menyetujui permintaan Amerika Serikat (AS) untuk memakai pangkalan militer Inggris. Izin itu hanya berlaku bagi operasi defensif yang sangat terbatas dengan sasaran rudal serta peluncur rudal Iran di lokasi penyimpanannya.
Ia menegaskan Inggris tak ambil bagian dalam gelombang awal serangan AS-Israel ke Iran dan tak akan terlibat dalam operasi ofensif apa pun. Dalam video yang dirilisnya, Starmer memaparkan alasan kebijakan tersebut.
“Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman tersebut adalah menghancurkan rudal-rudal itu di sumbernya, di depot penyimpanan mereka, atau peluncur yang digunakan untuk menembakkan rudal-rudal tersebut. AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan Inggris untuk tujuan defensif yang spesifik dan terbatas tersebut. Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini – untuk mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh wilayah … membunuh warga sipil tak bersalah … membahayakan nyawa warga Inggris … dan menyerang negara-negara yang tidak terlibat,” katanya, dikutip dari The Guardian.
