Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pilot sedang mengemudikan pesawat terbang.
potret pilot yang sedang bertugas (pexels.com/Amar Preciado)

Intinya sih...

  • Dallas Pokornik mantan pramugara yang menyamar jadi pilot untuk naik pesawat gratis.

  • Tersangka meminta duduk di jump seat agar tidak ketahuan sebagai penumpang biasa.

  • Pokornik terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp4,2 miliar jika terbukti bersalah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pria asal Toronto, Kanada, bernama Dallas Pokornik dilaporkan menyamar menjadi pilot selama empat tahun agar bisa naik pesawat gratis dari maskapai Amerika Serikat. Kebohongan ini terbongkar saat Pokornik menjalani sidang di pengadilan AS di Hawaii pada Selasa (20/1/2026).

Sebelum kasus ini terungkap, Pokornik ditangkap di Panama pada 2025 lalu. Pria berusia 33 tahun itu ditangkap aparat keamanan setempat karena diduga melakukan penipuan daring. Ia kemudian diekstradisi ke Negeri Paman Sam, tepatnya ke Negara Bagian Hawaii, untuk menjalani persidangan.

1. Dallas Pokornik merupakan mantan pramugara

potret pramugara (pexels.com/Pew Nguyen)

Menurut dokumen resmi pengadilan, Dallas Pokornik merupakan mantan pramugara yang bekerja untuk maskapai yang berbasis di Toronto. Ia bekerja di maskapai itu dari 2017 hingga 2019. Namun, dokumen pengadilan tidak menyebutkan nama spesifik dari maskapai tersebut.

Dugaan pertama kali tertuju pada maskapai Air Canada yang juga berbasis di Toronto. Namun, maskapai itu mengonfirmasi bahwa selama ini mereka tidak pernah memiliki karyawan dengan identitas Dallas Pokornik.

"Kami tidak memiliki catatan tentang seseorang dengan nama ini yang pernah bekerja untuk maskapai kami," kata juru bicara Air Canada kepada CBC News.

Usai tidak lagi jadi pramugara, Pokornik kemudian menggunakan identitas palsu dari maskapai tempat ia pernah bekerja untuk mendapatkan tiket yang dipesan untuk pilot dan pramugari di tiga Amerika Serikat. Dari sinilah tersangka mulai menyamar jadi pilot agar bisa naik pesawat gratis.

2. Tersangka minta duduk di jump seat agar tidak ketahuan

potret kokpit pesawat (pexels.com/Ramaz Bluashvili)

Agar aksinya tidak ketahuan, Dallas Pokornik sering meminta duduk di jump seat. Jump seat sendiri merupakan kursi tambahan di kokpit pesawat yang biasanya digunakan oleh pilot atau pramugara/pramugari yang sedang tidak bertugas. Ini dilakukan agar dirinya tampak seperti pilot atau kru penerbangan yang sedang bertugas di pesawat.

Hingga saat ini, tidak diketahui maskapai Amerika Serikat mana yang jadi korban penipuan oleh Pokornik. Namun, jaksa mengungkap maskapai tersebut berbasis di Honolulu, Chicago, dan Fort Worth, Texas. Perwakilan Hawaiian Airlines, United Airlines, dan American Airlines yang masing-masing berbasis di kota-kota tersebut sudah dihubungi untuk dimintai klarifikasi. Namun, mereka hingga kini belum menjawab.

3. Dallas Pokornik terancam hukuman 20 tahun penjara

ilustrasi hukuman penjara (pexels.com/RDNE Stock project)

Hingga saat ini, Dallas Pokornik masih ditahan oleh jaksa Amerika Serikat di Hawaii. Sang kuasa hukum yang tidak disebut namanya menolak berkomentar kepada awak media soal kasus yang dihadapi kliennya.

Jika terbukti bersalah, Pokornik bisa mendapatkan hukuman 20 tahun penjara. Selain itu, ia juga wajib membayar denda hingga 250 ribu dolar AS atau sekitar Rp4,2 miliar.

Kasus unik yang menjerat Pokornik ini sama dengan adegan di film Catch Me If You Can yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Film ini bercerita tentang seorang pria bernama Frank Abagnale yang menyamar menjadi pilot untuk menipu maskapai penerbangan agar bisa mendapatkan penerbangan gratis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team