Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, meminta aparat menahan diri, tetapi otoritas peradilan mengambil sikap lebih keras. Kepala Kehakiman Iran memerintahkan aparat untuk tidak memberikan keringanan hukuman bagi mereka yang dianggap membuat rusuh.
Para pejabat tinggi Iran menuding kerusuhan ini didalangi oleh musuh asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
"Musuh telah secara resmi mengumumkan dukungannya, jadi saya katakan kepada masyarakat dan keluarga bahwa kali ini tidak ada seorang pun akan luput dari hukuman," tegas Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, dilansir The New York Times.
Situasi di Iran memancing reaksi keras dari Presiden AS, Donald Trump, yang mengancam akan melakukan intervensi. Trump memperingatkan Teheran akan ada konsekuensi berat jika aparat keamanan terus membunuh para demonstran.
“Saya telah memberi tahu mereka bahwa jika mereka mulai membunuh orang, yang biasanya mereka lakukan selama kerusuhan, kami akan menindak mereka dengan sangat keras,” tutur Trump, dilansir CNN.