Kemlu RI Pastikan 386 WNI di Iran Aman di Tengah Gelombang Demo

- Pemantauan intensif KBRI Teheran
- Gelombang protes dipicu krisis ekonomi
- Pemerintah RI terus waspada
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dalam kondisi aman di tengah gelombang demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari sepekan akibat krisis ekonomi dan anjloknya nilai tukar mata uang rial. Pemerintah Indonesia terus memantau situasi melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) Teheran dan mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Henny Hamidah, mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang terdampak langsung oleh unjuk rasa di berbagai kota besar Iran. Berdasarkan data Kemlu per Juni 2025, terdapat 386 WNI yang tercatat berada di negara tersebut.
“Sudah sekitar 10 hari demo berlangsung, tetapi sejauh ini tidak ada laporan WNI yang terdampak. Kondisi WNI masih baik,” ujar Henny dalam jumpa media di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
1. Pemantauan intensif KBRI Teheran

Kemlu RI menyebut pemantauan terhadap kondisi WNI dilakukan secara intensif oleh KBRI Teheran. Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Duta Besar RI untuk Iran, Roy Sumirat, terus menjalin komunikasi dengan para WNI untuk memastikan keselamatan mereka.
Selain pemantauan langsung, KBRI Teheran juga telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI agar tetap waspada di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif.
“KBRI Teheran mengimbau WNI untuk menghindari kerumunan massa, selalu membawa kartu identitas saat bepergian, serta segera menghubungi hotline KBRI apabila membutuhkan bantuan,” ujar Yvonne.
2. Gelombang protes dipicu krisis ekonomi

Gelombang demonstrasi di Iran pecah sejak 28 Desember 2025, menyusul anjloknya nilai tukar rial ke titik terendah sepanjang sejarah. Aksi protes yang semula berfokus pada isu ekonomi kemudian berkembang menjadi tuntutan kebebasan politik dan reformasi pemerintahan.
Pada 30 Desember, mahasiswa di sejumlah kota dilaporkan turut turun ke jalan dengan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah. Tekanan publik tersebut mendorong Presiden Iran Masoud Pezeshkian menerima pengunduran diri Kepala Bank Sentral Iran serta berjanji melakukan reformasi moneter dan membuka dialog, meski demonstrasi masih berlanjut hingga kini.
Berdasarkan laporan Iran Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang dikutip Anadolu, jumlah korban tewas akibat demonstrasi mencapai 38 orang hingga Rabu, (7/1/2026). Protes dilaporkan terjadi di seluruh 31 provinsi, mencakup 348 lokasi, dengan total 2.217 orang ditahan.
Otoritas Iran hingga kini belum merilis data resmi terkait korban jiwa maupun luka-luka.
3. Pemerintah RI terus waspada

Di tengah meningkatnya tensi politik dan ekonomi di Iran, termasuk nilai tukar rial yang kini menembus 1.350.000 per dolar AS, Kemlu RI menegaskan kondisi WNI masih terkendali.
Pemerintah Indonesia berharap situasi keamanan di Iran segera kembali kondusif agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
Kemlu RI bersama KBRI Teheran memastikan akan terus memantau perkembangan situasi secara dekat dan siap memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh WNI di Iran.
















