Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Greenland
Greenland (Jensbn, CC BY-SA 3.0 <http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/>, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Trump tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk rebut Greenland

  • UE akan adakan pertemuan darurat sebagai respons atas kenaikan tarif impor dari Trump

  • Komisi Eropa tekankan pentingnya menghormati kedaulatan Denmark dan Greenland

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Denmark telah mengirimkan pasukan tambahan ke Greenland menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mengambil alih wilayah otonomi Denmark tersebut.

Kepala Angkatan Darat Kerajaan Denmark, Peter Boysen, dan 58 tentara dilaporkan telah mendarat di Kangerlussuaq, wilayah barat Greenland barat, pada Senin malam. Tentara tersebut akan bergabung dengan sekitar 60 tentara lainnya yang telah dikirim sebelumnya ke wilayah Akrktik tersebut untuk mengikuti latihan militer multinasional yang diberi nama Operasi Ketahanan Arktik.

Namun, komandan militer utama Denmark di Arktik, Mayjen Søren Andersen, pekan lalu, mengatakan bahwa pengerahan tentara tersebut merupakan respons terhadap ancaman Rusia, bukan Trump, dilansir dari Politico.

1. Trump tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk rebut Greenland

Trump telah lama menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, dengan alasan wilayah tersebut sangat penting bagi keamanan AS. Hal ini kembali kembali diutarakannya pada awal Januari 2025, menyusul intervensi militer AS secara besar-besaran di Venezuela. Ia bahkan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih wilayah Arktik tersebut.

Denmark sendiri menyatakan bahwa Greenland tindak untuk dijual, dan setiap upaya untuk mengambil alih pulau dengan kekuatan militer akan menandai berakhirnya Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO).

Desakan Trump untuk mengambil alih Greenland telah membawa hubungan AS-Eropa ke titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran akan risiko keretakan aliansi keamanan transatlantik, yang beranggotakan 32 negara, termasuk AS dan Denmark.

Berdasarkan Pasal 5 piagam NATO, aliansi tersebut menganggap setiap serangan bersenjata terhadap salah satu anggotanya sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

2. UE akan adakan pertemuan darurat sebagai respons atas kenaikan tarif impor dari Trump

Trump juga meningkatkan tekanannya dengan ancaman kenaikan tarif impor terhadap Denmark dan tujuh negara Eropa lainnya jika kesepakatan untuk membeli Greenland tercapai. Tarif tambahan sebesar 10 persen ini akan berlaku mulai 1 Februari, sebelum meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni.

Para pemimpin Eropa mengecam langkah tersebut dan berjanji akan mendukung Denmark. Uni Eropa (UE) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Kamis (22/1/2026) untuk membahas respons terhadap krisis ini. Tarif balasan dan aktivasi mekanisme anti-paksaan termasuk di antara opsi-opsi yang dipertimbangkan.

Aktivasi Instrumen Anti-Paksaan, atau yang juga dikenal sebagai “bazooka perdagangan”, akan memungkinkan UE memberlakukan pembatasan luas terhadap investasi dan aktivitas bisnis perusahaan teknologi AS di pasar tunggal Eropa.

3. Komisi Eropa tekankan pentingnya menghormati kedaulatan Denmark dan Greenland

Pada Senin, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, bertemu dengan Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, dan Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt. Dalam pertemuan itu, mereka membahas proposal peningkatan keamanan Arktik, termasuk pembentukan misi NATO bersama di wilayah Denmark tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Rutte mengatakan pihak-pihak terkait telah membahas pentingnya wilayah Arktik bagi keamanan kolektif dan meningkatnya investasi Kopenhagen dalam kemampuan pertahanan.

“Kami akan terus bekerja sama sebagai sekutu dalam isu-isu penting ini,” ujar Rutte.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leye, menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Denmark dan Greenland dalam pertemuan dengan diplomat AS di sela-sela KTT Davos di Swiss.

“Ini sangat penting bagi hubungan transatlantik kita. Pada saat yang sama, Uni Eropa tetap siap untuk terus bekerja sama dengan Amerika Serikat, NATO, dan sekutu lainnya, bekerja sama erat dengan Denmark, untuk memajukan kepentingan keamanan bersama," kata von der Leyen, dikutip dari Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team