Rusia Hanya Mau Akui Greenland sebagai Teritori Denmark

- Rusia hanya akan mengakui Greenland sebagai teritori Denmark.
- Tuding NATO sengaja dorong militerisasi di Greenland.
- Peringatkan konfrontasi di Arktik akan sangat berbahaya.
Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia hanya akan mengakui Greenland sebagai teritori Denmark. Ia menyebut, Greenland saat ini menjadi titik perhatian hukum internasional.
“Situasi di Greenland saat ini menjadi titik utama dari ketaatan pada hukum internasional. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di Washington dan mengatakan hukum internasional adalah prioritas utamanya,” tutur Peskov, dikutip dari TVP World, Sabtu (17/1/2026).
Belakangan ini, situasi di Greenland semakin panas terkait rencana AS untuk merebut dari Denmark. Trump menyebut bahwa Greenland dalam ancaman Rusia dan China karena pertahanan Denmark sangat kurang.
1. Tuding NATO sengaja dorong militerisasi di Greenland

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyebut bahwa negara-negara NATO di Eropa mengirimkan tentara di Greenland atas permintaan Denmark. Langkah ini menggunakan alasan ancaman Rusia dan China untuk memiliterisasi Greenland.
“Pertama, mereka menciptakan ancaman agresi dan kemudian mengklaim siap mempertahankan dari negara agresor. Kemudian, mereka menunjukkan Trump tidak perlu mengontrol pulau tersebut. Ini terlihat dibuat-buat,” tuturnya.
Zakharova meminta agar masalah ini diselesaikan lewat diskusi bukan provokasi dari negara-negara Barat. Ia menyebut, segala upaya untuk menghambat kepentingan Rusia di Arktik akan direspons setimpal.
2. Peringatkan konfrontasi di Arktik akan sangat berbahaya

Kedutaan Besar Rusia di Belgia mengatakan bahwa anggota NATO menolak untuk menyelesaikan masalah di Arktik dengan damai. Pihaknya menyebut, Moskow sudah mengupayakan dialog dan kerja sama untuk mencapai perdamaian di Arktik.
“Semangat militerisasi di dalam NATO terus menguat dan pertentangan di dalam aliansi semakin besar. Maka, kemampuan untuk mencapai persetujuan semakin tidak dapat diprediksi, termasuk urusan di Arktik. Eskalasi dan konfrontasi di Arktik tidak produktif dan sangat berbahaya,” terangnya, dikutip dari CBS News.
Sementara itu, perselisihan antara AS dan negara-negara Eropa imbas Greenland memicu perpecahan di dalam NATO. Padahal, negara-negara Eropa anggota NATO selama ini dikenal sebagai sekutu terdekat AS.
3. Denmark bantah adanya kapal Rusia dan China di Greenland

Komando Militer Denmark di Arktik menolak pernyataan Trump soal adanya kapal Rusia dan China yang mengobservasi Greenland. Sementara, fokus utama pertahanan Denmark di Greenland adalah soal ancaman Rusia.
“Fokus dari Komando Militer Denmark tentu bukan kepada ancaman AS melainkan kepada Rusia. Saya tidak melihat negara sekutu NATO akan menyerang sekutu negara NATO lainnya,” kata Kepala Komando Militer Denmark di Arktik, Mayor Jenderal Soren Andersen.
Ia menerangkan bahwa tidak ada kapal perang Rusia di dekat Greenland. Namun, terdapat kemungkinan meningkatnya aktivitas militer Rusia di Arktik dalam beberapa tahun ke depan.


















