Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Di Tengah Gencatan Senjata, AS Diam-diam Berencana Serang Iran
potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/chris robert)
  • Pemerintah AS dikabarkan menyiapkan serangan ke infrastruktur publik Iran untuk menekan Teheran agar menyepakati perdamaian dan menghentikan kendali atas Selat Hormuz.
  • Rencana serangan muncul di tengah perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan Trump, dengan blokade Selat Hormuz tetap diberlakukan hingga Iran setuju berdamai.
  • Negosiasi damai tahap kedua antara AS dan Iran di Islamabad ditunda karena Iran belum merespons, membuat ketegangan meningkat dan ancaman serangan besar kembali mencuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan sedang merencanakan serangan baru ke Iran. Menurut laporan CNN yang mengutip sumber internal militer AS pada Kamis (23/4/2026) malam waktu setempat, serangan bakal dilakukan ke infrastruktur publik milik Iran. Serangan ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyepakati perdamaian dengan AS.

Selain itu, masih menurut sumber tadi, serangan ini dilakukan untuk meruntuhkan kekuatan Iran dari dasar sehingga mereka tidak bisa melakukan serangan balasan ke AS. Serangan juga dilakukan untuk menghancurkan kekuatan Iran agar mereka berhenti menguasai Selat Hormuz. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, berencana menguasai dan membuka selat itu secara penuh. 

1. AS masih punya opsi lain untuk menyerang Iran

ilustrasi serangan (unsplash.com/Vony Razom)

Sumber militer AS menambahkan, negaranya juga masih menyimpan sejumlah opsi serangan yang akan dilakukan ke Iran. Ia menjelaskan, ada dua opsi lain yang dipertimbangkan Washington untuk melakukan serangan ke Teheran.

Pertama, AS berencana menyerang infrastruktur energi yang ada di Iran. Kedua, AS akan melakukan serangan terhadap para petinggi militer negara tersebut. Keduanya menjadi opsi terakhir yang akan dilakukan jika serangan terhadap infrastruktur publik Iran tidak mampu membuat mereka menyepakati perdamaian dengan AS.

2. Rencana serangan dibuat di tengah perpanjangan gencatan senjata dengan Iran

ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Omar Ramadan)

Rencana serangan ini dibuat di saat AS sudah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Awalnya, gencatan senjata akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) lalu. Namun, pada Selasa (21/4/2026), Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan, perpanjangan gencatan senjata bakal dilakukan hingga Iran menyepakati perdamaian dengan AS. Trump menambahkan, dirinya juga akan melanjutkan blokade terhadap Selat Hormuz sampai Iran sepakat berdamai dengan negaranya.    

3. Negosiasi damai tahap kedua AS dan Iran ditunda

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Untuk berdamai dengan Iran, AS sebetulnya sudah siap melakukan negosiasi tahap kedua di Islamabad, Pakistan. Wakil Presiden AS, JD Vance, dikabarkan bakal kembali menjadi perwakilan AS dalam negosiasi tersebut. 

Sayangnya, menurut laporan The New York Times, negosiasi damai dengan Iran harus kembali ditunda. AS juga tidak jadi mengirim Vance ke Pakistan. Sebab, Iran dikabarkan masih enggan merespons permintaan AS untuk bernegosiasi. 

Hambatan ini lantas membuat konflik antara AS dan Iran kian alot sehingga perang berpotensi kembali meletus. Terlebih, Trump juga pernah mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar jika mereka tidak mau berunding untuk berdamai dengan Negeri Paman Sam.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team