“Lebanon akan meminta perpanjangan gencatan senjata selama 1 bulan, penghentian pemboman, penghancuran Israel di daerah-daerah tempat Israel berada, dan komitmen terhadap gencatan senjata,” ujar seorang pejabat Lebanon yang enggan disebut namanya kepada AFP, seperti dilansir Times of Israel pada Rabu (22/4/2026).
Lebanon Ingin Gencatan Senjata dengan Israel Diperpanjang Sebulan

- Lebanon berencana meminta perpanjangan gencatan senjata dengan Israel selama satu bulan untuk mencegah serangan lanjutan, dengan negosiasi damai tahap kedua digelar di Amerika Serikat pekan ini.
- Menjelang negosiasi, Hizbullah melanggar gencatan senjata dengan meluncurkan rudal ke pasukan Israel di Lebanon selatan dan wilayah Israel sebagai balasan atas dugaan pelanggaran oleh IDF.
- Hizbullah menuduh Israel melakukan lebih dari 200 pelanggaran gencatan senjata, sementara Israel membantah tuduhan itu dan menyebut serangan mereka bersifat defensif terhadap ancaman Hizbullah.
1. Lebanon akan meminta perpanjang gencatan senjata ke Israel

Pejabat tersebut mengatakan, Lebanon akan mengupayakan perpanjangan gencatan senjata tersebut dalam negosiasi damai tahap kedua dengan Israel. Negosiasi tersebut bakal digelar di Amerika Serikat pada Kamis waktu AS atau Jumat (24/4/2026) waktu Indonesia pekan ini.
“Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada 14 April. Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung (antara Israel dan Lebanon) dengan itikad baik antara kedua pemerintah,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS yang tidak disebut namanya pada Senin (20/4/2026) kepada Al Jazeera.
Dalam negosiasi tersebut, pihak Israel bakal diwakili oleh Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter. Sementara itu, pihak Lebanon akan diwakili oleh Simon Karam. Ia merupakan mantan Duta Besar Lebanon untuk AS.
2. Hizbullah melanggar gencatan senjata di tengah persiapan negosiasi

Sayangnya, di tengah persiapan negosiasi tahap dua dengan Israel, Hizbullah dikabarkan melanggar gencatan senjata. Sebab, mereka melakukan serangan rudal ke pasukan militer Israel (IDF) di Lebanon selatan dan ke wilayah Israel pada Selasa (21/4/2026).
Dalam pernyataannya, Hizbullah mengakui mereka bertanggung jawab atas serangan rudal di Lebanon selatan dan Israel. Selain itu, mereka juga mengaku telah melakukan serangan ke pasukan Israel yang ada di Lebanon utara, tepatnya di wilayah perbatasan Kfar Giladi.
Hizbullah mengatakan, semua serangan yang mereka lakukan merupakan balasan atas serangan IDF. Sebab, menurut Hizbullah, IDF sudah lebih dahulu melanggar gencatan senjata karena telah menyerang mereka.
3. Hizbullah menuduh Israel telah melakukan lebih dari 200 pelanggaran gencatan senjata

Menurut Hizbullah, Israel telah melakukan lebih dari 200 pelanggaran gencatan senjata. Sebab, sejak gencatan senjata disepakati pada pekan lalu, IDF masih sering melakukan serangan. Oleh karena itu, Hizbullah menyebut serangan yang dilakukan terhadap IDF merupakan cara mereka untuk membela dan mempertahankan diri dari ancaman Israel.
Di sisi lain, Israel membantah tuduhan yang dilontarkan Hizbullah. Israel menyebut tuduhan Hizbullah tidak berdasar karena merekalah yang kerap mulai melakukan serangan. Israel berdalih bahwa serangan mereka bersifat defensif dan ditujukan untuk menghalau ancaman dari Hizbullah.


















