Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diam-diam Daftar Haji, Tangis Irfan Pecah Dampingi Ayah di Madinah
Air mata Irfan berlinang saat menceritakan rasa syukurnya sebuah rezeki luar biasa karena ia bisa mendampingi sang ayah, Ali Durriyat, yang usianya sudah tak lagi muda (Dok. MCH 2026)
  • Irfan, jemaah asal Jakarta Timur, menitikkan air mata haru saat tiba di Madinah karena bisa berhaji bersama ayahnya yang sudah lama menanti sejak 2013.
  • Tanpa sepengetahuan sang ayah, Irfan diam-diam mendaftar haji pada 2016 dan akhirnya diterima sebagai pendamping resmi melalui proses cepat dan lancar pada awal 2026.
  • Hari pertama kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah mencatat total 5.997 orang dari 15 kloter berbagai daerah yang mendarat bergiliran sejak pagi hingga malam hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Madinah, IDN Times - Suasana haru biru mewarnai kedatangan jemaah haji kloter pertama di Bandara Prince Abdullah bin Abdul Aziz, Madinah, pada Rabu (22/4/2026). Di antara ribuan tamu Allah yang memadati terminal, tangis seorang jemaah asal Jakarta Timur bernama Irfan pecah tak tertahankan.

Air mata Irfan berlinang saat menceritakan rasa syukurnya kepada tim Media Center Haji. Baginya, menginjakkan kaki di Tanah Suci tahun ini bukanlah sekadar menunaikan rukun Islam kelima, melainkan sebuah rezeki luar biasa karena ia bisa mendampingi sang ayah, Ali Durriyat, yang usianya sudah tak lagi muda.

1. Diam-diam mendaftar haji

Sejumlah jemaah haji asal embarkasi YIA 1 tiba di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz. (Dok. MCH 2026)

Kisah keberangkatan ayah dan anak ini diwarnai dengan penantian panjang dan sebuah rahasia kecil yang mengharukan. Ali Durriyat telah mendaftar haji sejak tahun 2013 dan harus bersabar menanti panggilan selama 13 tahun.

Tanpa sepengetahuan sang ayah, Irfan yang diliputi rasa khawatir membiarkan ayahnya berangkat sendiri, diam-diam mendaftarkan dirinya pada tahun 2016.

"Bapak saya pun tidak tahu saya sudah daftar haji," kenang Irfan.

2. Terbuka jalan untuk haji bersama ayah

Suasana ibadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, pada Minggu 19 April 2026. Jemaah tampak melaksanakan tawaf di sekitar Ka'bah dengan latar menara jam Abraj Al Bait yang menjulang (19/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila)

Keajaiban itu pun datang pada bulan Januari lalu saat sang ayah mulai mengikuti bimbingan manasik haji. Irfan tiba-tiba mendapatkan jalan untuk mendaftar sebagai pendamping resmi bagi ayahnya dengan proses yang sangat mulus.

"Saya disuruh daftar jadi pendamping dengan perjalanan proses yang sungguh cepat, lancar. Masyaallah, saya langsung bisa diterima jadi pendamping ayah saya," ungkapnya dengan suara bergetar.

Kini, penantian belasan tahun itu terbayar lunas. Irfan dan Ali Durriyat yang tergabung dalam kloter JKG 01 bersama sekitar 300-an jemaah lainnya telah tiba dengan selamat di Madinah. Mereka bersiap menyempurnakan ibadah di Baitullah dan berziarah langsung ke makam Rasulullah SAW.

"Saya sangat bersyukur bisa tiba berhaji bersama dengan ayah. Ini sebuah rezeki yang luar biasa. Masyaallah, ya. Tidak ada kata yang bisa saya sampaikan. Hanya satu kata alhamdulillah, semoga ini menjadi perjalanan luar biasa bagi kami yang baik. Semoga haji kami menjadi haji yang mabrur," doa Irfan.

3. Hari pertama, hampir 6 ribu jemaah tiba di Madinah

Jemaah asal Tanjung Pinang tampak bersujud syukur di area luar bandara Madinah setelah tiba di tanah suci (Dok. MCH 2026)

Irfan dan sang ayah adalah bagian dari gelombang pertama jemaah haji Indonesia yang mulai memadati Arab Saudi. Berdasarkan jadwal resmi, pada hari Rabu (22/4/2026) ini, terdapat total 5.997 jemaah haji Indonesia yang mendarat secara bergiliran melalui Bandara Madinah.

Kedatangan para jemaah tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam hari, dengan pendaratan pertama tercatat pada pukul 07.40 Waktu Arab Saudi (WAS) dan pendaratan terakhir dijadwalkan pada pukul 22.55 WAS.

Hampir enam ribu jemaah di hari pertama ini terbagi ke dalam 15 kloter dari berbagai daerah asal embarkasi, meliputi:

  • Yogyakarta (YIA 01)

  • Jakarta (JKG 01 dan 02)

  • Medan (KNO 01)

  • Lombok (LOP 01)

  • Solo (SOC 01 dan 02)

  • Makassar (UPG 01 dan 02)

  • Bekasi (JKS 01)

  • Palembang (PLM 01)

  • Kertajati (KJT 01)

  • Batam (BTH 01)

  • Surabaya (SUB 01 dan 02)

Seluruh jemaah ini akan menjalani masa tinggal sementara di Madinah sebelum nantinya bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan puncak ibadah haji.

Editorial Team