Jakarta, IDN Times - Di tengah tekanan global yang kian kompleks, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pemimpin ASEAN, yaitu kesulitan bukan alasan untuk mundur, melainkan justru alasan untuk semakin erat bersatu. Pesan itu ia sampaikan dalam pidato pembukaan KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Jumat (8/5/2025).
Marcos menyebut kawasan Asia Tenggara tengah menghadapi lingkungan global yang semakin tidak menentu dari dampak konflik Timur Tengah hingga tekanan ekonomi yang memaksa setiap negara anggota melakukan penyesuaian kebijakan. Namun, alih-alih membingkai itu sebagai ancaman, Marcos menjadikannya argumen untuk memperkuat kerja sama kawasan.
Ia mengingatkan ASEAN telah melewati berbagai badai selama puluhan tahun dan setiap kali, kawasan ini tidak terpecah, melainkan justru keluar lebih solid. Pelajaran itulah yang ia bawa ke meja perundingan KTT kali ini, di hadapan para pemimpin yang masing-masing membawa beban tantangan dari negara mereka sendiri.
“Jika ada satu pelajaran yang telah dipetik ASEAN selama beberapa dekade, itu adalah bahwa masa-masa sulit tidak memecah belah kita. Bagi ASEAN, tantangan menghadirkan peluang yang justru semakin memperkuat tekad kita untuk bekerja lebih erat, mendengar lebih seksama, dan bertindak lebih bertujuan,” kata Marcos.
