Jakarta, IDN Times - Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengingatkan dunia kini tengah memasuki fase baru yang ia sebut sebagai ‘next world order’. Berbeda dari tatanan global 1945 yang lahir dalam satu momentum besar, Dino mengatakan perubahan kali ini terjadi perlahan, bertahap, dan penuh ketidakpastian.
Dalam pembukaan Conference of Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2025, Dino menjelaskan, para pendiri bangsa sudah pernah merasakan momen serupa pada 1945, ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang menyerah kepada Sekutu, dan Piagam PBB ditandatangani.
“Indonesia, Pancasila, dan dunia pascaperang lahir bersama-sama dalam perubahan besar itu,” kata Dino di The Kasablanka Hall, Sabtu (29/11/2025).
Namun, menurutnya, tatanan dunia baru saat ini tidak muncul dengan big bang seperti dulu. Pergeseran kekuatan global, hadirnya pemain baru, serta munculnya arsitektur dan koalisi baru menjadikan perubahan ini berjalan seperti slow motion.
Ia menegaskan, masyarakat Indonesia wajib peduli. “Setiap kali dunia berubah, Indonesia selalu terdampak dan menjadi bagian dari perubahan itu,” ujarnya.
Dari kolonialisme abad ke-15, demokratisasi global, hingga krisis finansial 2008 yang membawa Indonesia ke Jalur G20, semuanya terjadi dalam konteks transformasi tatanan dunia. Dino menyebut, generasi muda Indonesia hari ini akan menjadi generasi pertama yang sepenuhnya ‘hidup, bekerja, berkeluarga, dan bernapas’ dalam tatanan dunia berikutnya.
