Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Donald Trump : Saya Adalah Jenius yang Sangat Stabil
The Guardian

Amerika Serikat, IDN Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam laporan yang mempertanyakan stabilitas mentalnya dalam serangkaian cuitan pada hari Sabtu (6/12/2018) pagi waktu setempat.

Di akun Twitter-nya, Trump menulis bahwa dia adalah seorang "jenius yang sangat stabil" untuk menjawab isi buku “Fire and Fury” karya Michael Wolff yang mampu membuat Gedung Putih kalang kabut.

"Setelah masalah kolusi Rusia, setelah satu tahun belajar secara intensif, telah terbukti bahwa publik Amerika ditipu secara total oleh (Partai) Demokrat dan anjing kelaparan mereka, media mainstream yang kerap menulis berita palsu, dengan menuduh bahwa saya mengalami masalah stabilitas mental dan kecerdasan seperti Ronald Reagan," tulisnya di @realDonaldTrump.

Trump mengacu pada mantan Presiden AS, Ronald Reagan  yang mengungkapkan pada tahun 1994 bahwa dirinya menderita penyakit Alzheimer.

1. Trump menegaskan bahwa dirinya adalah "jenius yang sangat stabil" di sela-sela pertemuan dengan petinggi Partai Republik di kota Thurmont, Maryland pada hari Sabtu (6/1/2018)

BBC

“Sebenarnya, sepanjang hidup, dua aset terbesar saya adalah stabilitas mental dan kecerdasan. Hillary Clinton yang licik memainkan hal-hal itu dengan susah payah dan, seperti diketahui semua orang, malah gagal. Saya dari pengusaha yang sangat sukses menjadi seorang bintang TV terkenal, dan kemudian sebagai Presiden Amerika Serikat (dalam sekali coba). Saya pikir itu akan memenuhi syarat tidak hanya sebagai orang cerdas, tapi jenius, dan jenius yang sangat stabil dalam hal itu!” tegasnya.

Setelah cuitannya tersebut, Trump kembali mengatakan di hadapan wartawan di Camp David, Thurmont bahwa Wolff adalah "penipu" yang sama sekali tidak mengenalnya.

"Saya sama sekali tidak pernah berbicara dengannya (Wolff) di Gedung Putih, dia malah tidak pernah berada di Kantor Presiden," ujarnya seperti dilansir oleh CNN.

2. Antrean orang-orang yang ingin membeli buku "Fire and Fury" di toko buku yang ada di kota Washington pada hari Jumat (5/1/2018)

The Guardian

Hal tersebut bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Wolff, saat diwawancarai oleh CNN pada hari Jumat (5/1/2018) lalu, bahwa dia "benar-benar berbicara dengan Presiden" saat melakukan riset buku "Fire and Fury".

Usaha Trump membela stabilitas mentalnya muncul setelah dia dan beberapa pejabat tinggi menghabiskan beberapa hari terakhir untuk membantah klaim dalam buku baru Michael Wolff, "Fire and Fury", tentang kelayakan mental Trump untuk menjadi Presiden AS.

Buku yang mulai dijual sejak hari Jumat lalu itu juga menggambarkan Trump sebagai Presiden yang tidak tahu atau tidak peduli tentang segala kebijakannya dan tampak tidak memiliki rasa tanggung jawab besar atas tugasnya.

3. Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson (Kiri), dilaporkan pernah menyebut Trump sebagai "orang bodoh" namun segera dibantah olehnya

NBC News

Sementara itu, The Guardian memberitakan bahwa 57 anggota Parlemen dari Partai Demokrat AS telah menandatangani sebuah rancangan undang-undang untuk membentuk sebuah komisi pengawasan, yang menentukan apakah seorang presiden memiliki mental sehat dan fisik bugar.

“Kami memerlukan undang-undang ini terlepas dari keadaan pemerintahan Trump," ujar Jamie Raskin, senator Demokrat dari Maryland.

“Amandemen ke-25 dibuat selama masa perlombaan sejata nuklir, di mana nuklir menjadi kekuatan destruktif yang sangat besar, namun presiden mengingatkan kami pada minggu ini, bahwa satu orang memandang dirinya punya kekuatan untuk menekan sebuah tombol. Kami tentu tidak menginginkan seseorang yang kurang memiliki kekuatan empati.”

“Gelombang pertanyaan seputar kesehatan mental presiden juga mencerminkan segala kegelisahan atas olok-olok nuklir yang dilontarkan Trump kepada Korea Utara,” tutupnya.

Editorial Team