Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia memastikan terus memantau kondisi kapal-kapal berbendera Indonesia yang masih tertahan di perairan Selat Hormuz di tengah konflik kawasan yang belum mereda. Jalur strategis tersebut kini menjadi titik krusial bagi keamanan energi global.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan langkah diplomasi dan koordinasi lintas pihak terus dilakukan, terutama untuk memastikan keselamatan awak kapal serta perlindungan aset nasional yang berada di wilayah tersebut.
Situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian serius karena jalur ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia. Gangguan di kawasan ini berdampak langsung terhadap distribusi energi global, termasuk bagi Indonesia yang bergantung pada impor energi.
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, pemerintah juga mencermati sejumlah kebijakan baru yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, termasuk wacana pengenaan biaya transit oleh Iran.
