Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEK FAKTA: Benarkah Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz karena Jusuf Kalla?

CEK FAKTA: Benarkah Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz karena Jusuf Kalla?
Ilustrasi dua kapal yang mengangkut minyak milik PT Pertamina yang masih tertahan di Teluk Persia. (www.instagram.com/@pertaminainternationalshipping)
Intinya Sih
  • Dua kapal tanker Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Teluk Persia dan belum meninggalkan Selat Hormuz meski beredar kabar sudah mendapat izin dari Iran.
  • Pertamina International Shipping menegaskan kapal PIS Paragon dan PIS Rinjani tidak melewati Selat Hormuz karena telah lebih dulu keluar dari Teluk Oman untuk melayani pasar internasional.
  • Klaim di media sosial bahwa dua kapal Pertamina berhasil keluar dari Selat Hormuz berkat Jusuf Kalla terbukti keliru; JK hanya menyarankan pemerintah lebih aktif berkomunikasi dengan Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Keberadaan dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di mulut Selat Hormuz menjadi perhatian, publik di Tanah Air. Sebab, kapal tersebut membawa muatan minyak untuk kebutuhan dalam negeri.

Hampir 2.000 kapal kini tertahan di mulut Selat Hormuz lantaran aksesnya dibatasi oleh otoritas Iran. Pemerintah Iran hanya memberikan akses bagi kapal-kapal dari negara sahabat agar bisa melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Terbaru, dua kapal tanker Pertamina disebut telah diberikan lampu hijau oleh Iran untuk bisa meninggalkan Selat Hormuz dan berlayar menuju ke Tanah Air. Narasi yang berkembang di media sosial kemudian menyebut hal itu berkat negosiasi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).

Salah satunya terdapat di unggahan akun dengan nama Ummah Syiva di Facebook. "Pemerintah Iran kasih izin dua kapal tanker Indonesia melintas, berkat Jusuf Kalla," demikian judul unggahan tersebut, dikutip Senin (30/3/2026).

Di unggahan juga terdapat foto JK ketika berkunjung ke Kedutaan Iran di Jakarta dan dua kapal tanker. Benarkah dua kapal itu sudah lewati Selat Hormuz?

1. Dua kapal tanker Pertamina belum tinggalkan Selat Hormuz

Gamsunoro, Pertamina
Kapal tanker Pertamina Gamsunoro. (Tangkapan layar situs Vessel Finder)

IDN Times memantau pergerakan dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro lewat situs Vessel Finder. Hingga Selasa (31/3/2026), kedua kapal tersebut terpantau belum meninggalkan Selat Hormuz.

Kapal Gamsunoro masih berada di perairan Teluk Persia dan disebut akan berlayar menuju ke Dubai. Dengan kecepatan 12 knot, kapal itu diperkirakan tiba pada Selasa pagi pukul 05.00 waktu setempat.

Sebelumnya, Gamsunoro sempat berlabuh di Terminal Minyak Al Başrah, Irak. Kapal diketahui berbendera Panama dan dirakit pada 2014.

Sedangkan, kapal Pertamina Pride juga berada di perairan Teluk Persia. Kapal berbendera Singapura itu tertulis sedang menuju ke Indonesia dan diprediksi tiba pada Kamis (2/4/2026). Namun, tenggat waktu itu tidak akan bisa terpenuhi karena perjalanan dari Timur Tengah menuju ke Indonesia membutuhkan waktu paling lambat 14 hari. Pertamina Pride diketahui terakhir berlabuh di Pelabuhan Ras Aramco yang merupakan bagian dari kilang minyak Aramco, Arab Saudi.

2. Kapal PIS Paragon dan PIS Rinjani tak melewati Selat Hormuz

PIS Paragon
Ilustrasi Kapal PIS Paragon yang mengangkut minyak untuk PT Pertamina. (Dokumentasi Vessel Finder)

Sementara, nasib dua kapal tanker lainnya yang mengangkut minyak untuk PT Pertamina dan disebut sudah berhasil melewati Selat Hormuz, yakni PIS Paragon dan PIS Rinjani. Namun, di dalam keterangannya, Pertamina International Shipping menepis kedua kapal itu melewati rute Selat Hormuz.

"10 Maret 2026, PIS Paragon dan PIS Rinjani yang juga melayani pihak ketiga telah lebih dulu keluar dari area Timur Tengah tepatnya Teluk Oman, tanpa melalui Selat Hormuz," demikian isi keterangan Pertamina Shipping International (PIS), Kamis (12/3/2026).

Kedua kapal tersebut fokus untuk melayani kebutuhan pihak ketiga di pasar internasional. Berdasarkan situs Vessel Finder, PIS Paragon per Sabtu kemarin terlacak sudah tiba di Afrika Selatan. Kapal itu diprediksi tiba di Pelabuhan Cape Town, Afsel hari ini pukul 23.00 waktu setempat.

Kapal tanker PIS Paragon dibangun tahun 2009 dan berlayar menggunakan bendera Singapura. Pelabuhan terakhir yang didatangi PIS Paragon adalah Mombasa, Kenya.

Sedangkan, kapal PIS Rinjani terlacak sedang berlayar menuju ke Singapura. Posisinya saat ini masih berada di Perairan India. Kapal PIS Rinjani diprediksi akan tiba di Negeri Singa pada Rabu (1/4/2026).

Kapal tanker itu dibangun pada 2019 dan saat ini berlayar menggunakan bendera Liberia.

3. Narasi dua kapal Pertamina sudah tinggalkan Selat Hormuz keliru

illustrasi selat hormuz
illustrasi selat hormuz (pexels.com/Eslam Mohammed Abdelmaksoud)

Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial bahwa dua kapal Pertamina telah meninggalkan Selat Hormuz adalah sesuatu yang keliru. Hingga memasuki akhir Maret, dua kapal tersebut tercatat masih berada di Perairan Teluk Persia.

Di sisi lain, dalam pernyataannya kepada media pada 15 Maret 2026 lalu, Jusuf Kalla tegas mengatakan agar dua kapal itu bisa meninggalkan Selat Hormuz dengan aman butuh sikap yang lebih aktif dari Pemerintah Indonesia. Meskipun, dia tak menampik bisa berkonsultasi dengan Pemerintah Iran.

“Walaupun tentunya saya bisa berkonsultasi, bicara dengan pihak Iran. Tapi ada batasnya juga. Harus pemerintah lebih aktif (melobi ke Iran)," ujar dia menyarankan di area Brawijaya, Jakarta Selatan.

"Harus juga pemerintah memberikan keprihatinan dan juga dukungan, kemanusiaan di Iran dan saya kira pemerintah Iran akan menerima apabila kita berada di situ," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More
Drama Lele Mentah MBG

Drama Lele Mentah MBG

31 Mar 2026, 06:00 WIBNews