Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Indonesia periode 2009–2014, Marty Natalegawa, menegaskan diplomasi harus menjadi pilihan pertama di tengah meningkatnya risiko konflik global. Dia menilai dunia saat ini menghadapi defisit kepercayaan dan krisis kepemimpinan yang membuat mediasi dan negosiasi semakin menantang.
Berbicara dalam diskusi publik "Women, Peace, and Security After 25 Years" di Jakarta, Marty menegaskan, penguatan agenda perempuan dalam perdamaian hanya dapat berjalan jika lingkungan internasional mendukung.
Namun, dia mengingatkan dunia tidak pernah sepenuhnya kondusif. Tantangan selalu hadir, termasuk dalam proses dialog dan perundingan yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh.
"Pertama, adanya keyakinan dan kepercayaan yang tak tergoyahkan terhadap efektivitas diplomasi. Diplomasi harus diutamakan," katanya.
