Peristiwa ini bermula saat kelompok bersenjata saling tembak dengan aparat keamanan di wilayah Zargari dan sekitarnya. Saat itu, sebuah peluru mortir meleset dan jatuh di area pasar yang sedang didatangi banyak warga.
Kepala Polisi setempat, Tariq Habib, membenarkan jumlah korban tersebut dan menyebutkan bahwa tiga dari 13 korban luka berada dalam kondisi kritis.
"Saat kami sedang memindahkan korban yang terluka, para penyerang kembali menyerang tempat yang sama," kata Tariq Habib, dilansir The Hindu.
Setelah ledakan, aparat keamanan langsung menutup area sekitar. Tim penyelamat kemudian membawa para korban ke rumah sakit terdekat. Enam korban luka berat lalu dipindahkan ke rumah sakit di Kohat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Situasi di lokasi kejadian sempat tidak terkendali. Warga berlarian untuk menyelamatkan diri, sementara aparat terus memeriksa lokasi untuk mencegah serangan lanjutan.