Jakarta, IDN Times - Sebanyak 22 negara menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Jalur laut strategis tersebut menjadi sorotan global karena perannya yang vital dalam distribusi energi dunia.
Dalam pernyataan bersama, negara-negara tersebut mengutuk keras serangan terhadap kapal dagang yang tidak bersenjata. Mereka menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan serta ekonomi global.
“Kami mengutuk keras serangan-serangan belakangan ini yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal dagang tak bersenjata di Teluk, serangan terhadap infrastruktur sipil termasuk instalasi minyak dan gas, dan penutupan Selat Hormuz secara de facto oleh pasukan Iran,” demikian bunyi pernyataan bersama yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), dikutip dari France24, Minggu (22/3/2026).
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat sejak Iran memperketat pengawasan dan membatasi lalu lintas kapal setelah serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Kondisi ini berdampak langsung pada terganggunya jalur perdagangan internasional, khususnya energi.
