Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Estonia, Igor Taro mengumumkan larangan masuk 1.073 tentara Rusia yang berperang di Ukraina masuk ke Zona Schengen. Sebab, ribuan tentara Rusia itu sudah melakukan kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Ukraina.
“Agresi militer Rusia ke Ukraina adalah salah satu kejahatan kemanusiaan terburuk. Tentara Rusia yang berperang di Ukraina telah membunuh, menghancurkan, melecehkan, dan menjarah. Penutupan perbatasan Schengen bagi mereka penting untuk keamanan semuanya,” ujarnya, dikutip dari ERR, Sabtu (7/2/2026).
Pada Desember, Estonia berencana menutup perbatasan Rusia. Rencana itu dalam menanggapi dugaan masuknya tentara penjaga perbatasan Rusia secara ilegal ke dalam teritori Estonia.
