Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Finlandia Bakal Terima Masuknya Senjata Nuklir
ilustrasi bendera Finlandia (pexels.com/aboodi)
  • Pemerintah Finlandia mencabut larangan masuknya senjata nuklir, menilai kebijakan lama sudah tidak relevan dengan situasi geopolitik dan keanggotaannya di NATO sejak 2023.
  • Oposisi menolak keputusan tersebut dan meminta pembahasan di parlemen, sementara Presiden Alexander Stubb menegaskan langkah ini penting untuk keamanan nasional dan partisipasi dalam program pencegahan NATO.
  • Kremlin memperingatkan bahwa kebijakan Finlandia dapat meningkatkan ketegangan di Eropa, menuding Helsinki mengancam Rusia dan berjanji akan merespons dengan kebijakan yang sesuai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Finlandia, Antii Hakkanen mengumumkan pencabutan larangan masuknya senjata nuklir. Menurutnya, kebijakan pembatasan ini sudah tidak lagi relevan dengan situasi geopolitik saat ini. 

“Saat ini kebijakan pembatasan nuklir ini tidak lagi mencerminkan kebutuhan dan masalah yang dihadapi Finlandia sebagai salah satu negara anggota NATO,” ujarnya, dikutip dari YLE, Sabtu (7/3/2026).

Sejak April 2023, Finlandia resmi bergabung menjadi anggota NATO. Keputusan ini didorong oleh invasi skala besar Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 dan memastikan keamanan negaranya. 

1. Senjata nuklir dapat ditempatkan di teritori Finlandia

Hakkanen mengatakan bahwa kebijakan ini memperbolehkan masuknya senjata nuklir di dalam teritori Finlandia. Namun, belum ada kabar soal pengiriman senjata nuklir ke teritori Finlandia. 

Dilansir Politico, Finlandia termasuk salah satu negara yang menandatangani Pakta Non-Proliferasi Senjata Nuklir 1968. Sebelum bergabung dengan NATO, Finlandia termasuk negara netral yang tidak memihak blok manapun. 

Di Eropa, terdapat dua negara yang memiliki senjata nuklir, yakni Prancis dan Inggris. Sementara, Amerika Serikat (AS) juga sudah menyimpan senjata nuklir di beberapa negara NATO, seperti Belgia, Jerman, Belanda, Italia, dan Turki. 

2. Oposisi kritik pencabutan larangan masuk senjata nuklir

Pencabutan larangan masuk senjata nuklir ini mendapat penolakan dari sejumlah partai oposisi. Mereka mendesak pencabutan kebijakan ini harus melalui parlemen dan melibatkan dialog dengan seluruh partai di Finlandia. 

Menanggapi ini, Presiden Finlandia, Alexander Stubb menyebut bahwa ini adalah kepentingan keamanan Finlandia. Dengan itu, tidak boleh ada halangan hukum dalam partisipasi Finlandia dalam program pencegahan NATO. 

3. Rusia peringatkan Finlandia soal masuknya senjata nuklir

Pada hari yang sama, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov menuding Finlandia memicu tensi di Eropa. Ia menyebut, kebijakan Finlandia membuat negaranya semakin rawan diserang. 

“Memperbolehkan masuknya senjata nuklir di negaranya berarti Finlandia mengancam Rusia. Finlandia sudah mengancam kami dan kami akan menetapkan kebijakan yang pantas untuk itu,” tuturnya, dilansir DPA International.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team