Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Georgia Irakli Kobakhidze, pada Minggu (8/12/2024), melarang demonstran menutupi wajahnya dengan masker saat turun ke jalan. Ia mengklaim langkah ini untuk mencegah kerusuhan di negaranya.
Georgia sudah dilanda protes besar-besaran di seluruh negeri yang memasuki hari ke-11. Demonstrasi disebabkan keputusan sepihak Kobakhidze dan Partai Georgian Dream untuk menangguhkan proses aksesi Uni Eropa (UE) hingga 2028 usai dijatuhi sanksi.