Jakarta, IDN Times - Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo mengungkapkan akhir dari masa siaga selama 30 hari. Menurutnya, krisis keamanan imbas aktivitas geng kriminal Barrio 18 berhasil diredam oleh aparat keamanan.
“Selama 30 hari status siaga, saya dapat mengatakan strategi ini berhasil dieksekusi dan membuahkan hasil yang bagus,” terangnya, dikutip dari The Tico Times, Selasa (17/2/2026).
Sebelumnya, Guatemala dilanda krisis keamanan usai kerusuhan antargeng dalam penjara. Geng Barrio 18 melancarkan serangan balasan yang menewaskan 11 petugas kepolisian di negara Amerika Tengah tersebut.
