Jakarta, IDN Times - Ketegangan perang antara Iran dan Israel terus meningkat dan meluas ke berbagai front, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi strategis di kawasan Timur Tengah. Memasuki hari ke-20 konflik, kedua pihak saling melancarkan serangan yang berdampak luas, tidak hanya secara militer tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global.
Israel dilaporkan menyerang ladang gas South Pars di Iran, yang merupakan ladang gas terbesar di dunia. Serangan ini menandai eskalasi signifikan karena untuk pertama kalinya target energi utama Iran disasar secara langsung dalam konflik yang dimulai sejak 28 Februari.
Tak lama setelah serangan tersebut, Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke sejumlah fasilitas minyak dan gas di negara-negara Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Serangan ini memicu kebakaran di beberapa lokasi strategis dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
Di tengah eskalasi ini, ketegangan politik juga meningkat, termasuk di Amerika Serikat, di mana pejabat intelijen menghadapi kritik terkait informasi ancaman Iran. Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di medan perang, tetapi juga merembet ke ranah politik dan diplomasi internasional.
