Perang Terus Berlanjut, Dubes Iran Galang Donasi di Indonesia

- Dubes Iran Mohammad Boroujerdi meminta dukungan masyarakat Indonesia berupa donasi resmi untuk membantu pemulihan wilayah Iran yang rusak akibat perang yang masih berlangsung.
- Boroujerdi menegaskan konflik dengan Amerika Serikat dan Israel belum akan berakhir, menolak negosiasi maupun gencatan senjata hingga Iran mendapat jaminan keamanan penuh.
- Ia mengapresiasi solidaritas rakyat dan pemerintah Indonesia yang telah menunjukkan dukungan moral serta bantuan kepada Iran di tengah situasi perang berkepanjangan.
Jakarta, IDN Times - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan permintaan dukungan kepada masyarakat Indonesia dalam bentuk donasi untuk membantu pemulihan wilayah terdampak perang di negaranya. Permintaan tersebut disampaikan di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang meletus sejak akhir Februari lalu.
Boroujerdi mengatakan, pemerintah Iran telah membuka rekening resmi bagi masyarakat yang ingin membantu proses pembangunan kembali daerah yang terdampak serangan.
“Kami telah mengumumkan nomor rekening atas permintaan Anda untuk membantu membangun kembali daerah yang rusak di Iran, yang tersedia di situs web kedutaan dan merupakan satu-satunya tempat untuk menerima donasi dari masyarakat,” ujarnya dalam pesan video yang diterima IDN Times, Kamis (19/3/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyalurkan bantuan dan hanya menggunakan jalur resmi. “Mohon jangan memberikan donasi kepada siapa pun secara sembarangan atau mengumpulkannya, dan hanya gunakan rekening resmi kedutaan yang tersedia di situs web kedutaan untuk membantu,” kata Boroujerdi.
1. Iran tegaskan perang masih berlanjut

Dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi menegaskan, konflik yang terjadi saat ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Ia menyebut, Iran tidak akan melakukan negosiasi dengan pihak yang dianggap sebagai musuh dalam kondisi saat ini.
“Kami tidak akan melakukan negosiasi apa pun dengan musuh karena kami diserang dua kali saat sedang bernegosiasi dengan musuh, dan tidak ada jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” ujarnya.
Menurutnya, perang akan terus berlangsung hingga Iran mendapatkan jaminan keamanan. “Oleh karena itu, perang ini akan berlanjut sampai musuh kita bertobat dan sampai kami menerima jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi di tengah negosiasi,” katanya.
Ia juga menegaskan, saat ini tidak ada rencana gencatan senjata. “Tidak akan ada gencatan senjata atau negosiasi,” tegasnya.
2. Soroti serangan ke warga sipil dan infrastruktur

Boroujerdi turut menggambarkan dampak serangan yang terjadi di Iran sejak 28 Februari lalu. Ia menyebut berbagai fasilitas sipil menjadi sasaran, termasuk permukiman warga dan institusi pendidikan.
“Sejak 28 Februari, negaraku Iran telah berada di bawah serangan brutal dan disengaja dari musuh… dan rumah-rumah penduduk dibom setiap jam,” ujarnya.
Ia juga menyinggung serangan terhadap sekolah dasar, universitas, hingga infrastruktur negara.
“Serangan terhadap sekolah dasar dan pembantaian anak-anak di Iran… serangan terhadap universitas, serangan terhadap infrastruktur negara, serangan terhadap lingkungan,” katanya.
Menurutnya, serangan tersebut telah melanggar norma dan hukum internasional. “Telah mengabaikan semua garis merah moral dan konvensi internasional,” ujarnya.
3. Apresiasi dukungan dari Indonesia

Di tengah situasi tersebut, Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia kepada Iran. Ia mengaku menerima banyak pesan solidaritas dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari organisasi hingga masyarakat umum.
“Rakyat Indonesia yang terhormat telah mendukung kami dengan berbagai cara mulai dari mengirimkan selebaran hingga mengirimkan ribuan surat dan datang langsung ke kedutaan,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut datang dari berbagai elemen, termasuk organisasi Islam, LSM, dan universitas.
“Saya berterima kasih kepada Anda semua, begitu banyak pesan yang sampai kepada saya dari berbagai arah,” katanya.
Boroujerdi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan. “Terima kasih banyak kepada rakyat dan pemerintah Indonesia,” tutupnya.


















