Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Helikopter Wisata Jatuh di Hawaii, Tiga Orang Tewas
helikopter (unsplash.com/Wolfgang Hasselmann)
  • Sebuah helikopter wisata jatuh di Pantai Kalalau, Kauai, Hawaii, menewaskan tiga orang dan melukai dua lainnya; seluruh penumpang berhasil dievakuasi dari laut oleh penjaga pantai.
  • Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mulai menyelidiki penyebab kecelakaan, sementara Airborne Aviation selaku operator menyatakan bekerja sama penuh dan menegaskan komitmen terhadap keselamatan penerbangan.
  • Insiden ini menambah daftar kecelakaan fatal wisata helikopter di Hawaii, dengan total 16 korban jiwa dalam tujuh tahun terakhir menurut laporan media setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah helikopter wisata jatuh di pulau Kauai, Hawaii, pada Kamis (26/3/2026). Insiden itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai dua lainnya.

Dilansir dari The Guardian, helikopter Hughes/MD 500 membawa satu pilot dan empat penumpang ketika jatuh di Pantai Kalalau sekitar pukul 15.45 waktu setempat. Penjaga pantai mengatakan helikopter tersebut jatuh ke laut sekitar 91 meter dari lepas pantai, dan kelima orang di dalamnya telah berhasil dievakuasi dari air. Dua korban selamat langsung dilarikan ke pusat medis Wilcox untuk mendapatkan perawatan.

“Kami sangat berduka atas hilangnya tiga nyawa dalam kecelakaan helikopter ini dan turut memikirkan keluarga serta teman-teman para korban," kata Andrew Williams, koordinator misi pencarian dan penyelamatan Penjaga Pantai di Honolulu.

1. Pihak berwenang selidiki insiden tersebut

Pantai Kalalau (sergejf, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, pada Jumat (27/3/2026), mengatakan bahwa para penyelidiknya sedang menyelidiki insiden jatuhnya helikopter tersebut.

“Mereka akan mulai mengumpulkan informasi terkait penerbangan dan berencana memeriksa helikopter setelah berhasil diangkat dari air,” kata NTSB dalam sebuah pernyataan.

Terletak di pesisir Na Pali di bagian utara Kauai, Pantai Kalalau hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu. Kondisi geografisnya, berupa tebing pantai yang menjulang tinggi dan punggung pegunungan yang curam, dapat memicu turbulensi udara dan perubahan cuaca yang cepat sehingga berisiko bagi penerbangan.

2. Helikopter tersebut dioperasikan oleh perusahaan penerbangan wisata Airborne Aviation

pantai di Hawaii (pexels.com/Jess Loiterton)

Pejabat mengatakan helikopter tersebut dioperasikan oleh Airborne Aviation, perusahaan yang menawarkan penerbangan wisata untuk menikmati ngarai, garis pantai, dan air terjun di Kauai.

Dalam pernyataannya, Airborne Aviation mengatakan pihaknya bekerja sama dengan penyelidik federal.

“Hati kami bersama keluarga dan orang-orang terkasih yang terdampak oleh peristiwa yang menghancurkan ini, dan kami menyampaikan belasungkawa terdalam di masa yang sangat sulit ini. Keselamatan selalu menjadi dasar operasi kami, dan kami berkomitmen untuk memahami secara pasti apa yang terjadi," demikian bunyi pernyataan tersebut.

3. 16 orang tewas akibat kecelakaan helikopter di Hawaii selama 7 tahun terakhir

helikopter terbang di udara (unsplash.com/SPACEDEZERT)

Wali Kota Kauai, Derek Kawakami, turut menyampaikan terima kasih atas upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) serta aparat kepolisian, pemadam kebakaran, dan lembaga keselamatan setempat.

“Di Kauai, setiap orang yang menginjakkan kaki di tanah kami adalah bagian dari kami. Kami memperlakukan mereka seperti keluarga sendiri, dan para petugas tanggap darurat kami bertindak dengan semangat itu,” katanya dalam wawancara dengan Hawaii News Now.

Dilansir dari Sky News, insiden ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian kecelakaan fatal yang melibatkan industri wisata helikopter. Dalam 7 tahun terakhir, sedikitnya 16 orang tewas akibat kecelakaan helikopter di Hawaii, termasuk dua kecelakaan pada 2019. Sementara itu di New York, sebuah keluarga beranggotakan lima orang berserta pilot mereka tewas ketika helikopter yang mereka tumpangi jatuh di Sungai Hudson pada 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team