Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hubungi Menlu Iran, Sugiono Kembali Tawarkan Indonesia Jadi Mediator
Menlu RI Sugiono menghubungi Menlu Iran Abbas Araghchi, sampaikan kesediaan Indonesia fasilitasi dialog dan perdamaian di Timur Tengah. (Dok. Kemlu RI)
  • Menlu RI Sugiono berbicara dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, menawarkan kesiapan Indonesia menjadi mediator untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah dan mendorong dialog damai.
  • Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri, menghormati hukum internasional, serta menegaskan bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan menuju stabilitas dan perdamaian regional.
  • Pemerintah Iran melalui Dubes Mohammad Boroujerdi mengapresiasi tawaran Indonesia namun menyebut belum ada langkah konkret terkait mediasi, meski komunikasi antarpejabat tetap terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tentang situasi yang memanas di Timur Tengah.

Diumumkan di akun X @Kemlu_RI, Sugiono kembali menawarkan kesiapan Indonesia sebagai mediator untuk ketegangan ini.

“Berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran @araghchi (2/3) mengenai situasi yang meningkat di Timur Tengah,” kata Kemlu RI di akun X, Selasa (3/3/2026).

“Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu,” lanjut pernyataan tersebut.

1. Desak semua pihak menahan diri

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat menemui Menlu Palestina di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026). (kemlu.go.id)

Dalam unggahan tersebut, Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri. Terlebih, serangan meluas ke berbagai negara Timur Tengah.

“Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi,” kata pernyataan Kemlu RI tersebut.

Menurut Sugiono, dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk perdamaian

“Penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional,” kata dia.

2. Presiden Prabowo siap jadi mediator

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Dalam pernyataan sebelumnya, Kemlu RI menyampaikan kesiapan Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator eskalasi ini.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran, untuk melakukan mediasi,” kata pernyataan tersebut.

3. Iran apresiasi tawaran Indonesia

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi terkait serangan Israel dan AS ke Iran di Jakarta, Senin (2/3/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Di sisi lain, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/3/2026), Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengatakan sangat mengapresiasi tawaran Indonesia.

"Kami apresiasi niat baik yang disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, tetapi sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal tersebut," kata Dubes Boroujerdi.

Dia mengatakan, pihaknya belum mengetahui langkah seperti apa dan berpengaruh atau tidak perihal niatan Pemerintah Indonesia tersebut.

“Kami masih belum mengetahui, apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” kata dia.

Pemerintah Iran, kata Boroujerdi, terbuka bila Pemerintah Indonesia ingin berkomunikasi dan berinteraksi mengenai situasi terkini yang terjadi di Iran pascaserangan AS-Israel di Teheran. Namun, dia sendiri tidak bisa memberikan jawaban dan tidak dapat memastikan, apakah mediasi dapat dilakukan atau tidak.

“Apakah di situasi seperti ini mediasi bisa membuahkan hasil atau tidak, saya tidak bisa menjawabnya. Tetapi komunikasi dan interaksi antar pejabat senior pemerintahan kedua negara tentu memungkinkan dan dapat dilakukan,” ucap dia.

Editorial Team