Jakarta, IDN Times - Hujan lebat disertai badai melanda Jalur Gaza sejak Senin (15/12/2025) malam, mengakibatkan ribuan tenda pengungsi terendam banjir dan tertiup angin kencang. Air hujan juga merembes ke beberapa bagian Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, sehingga mengganggu kelancaran operasional rumah sakit.
“Kami terbangun karena suara angin kencang menerpa tenda kami. Kami berusaha mengamankan dan mempertahankannya, tapi angin menumbangkan tenda, dan semua barang-barang kami terbang. Saya berada di luar bersama istri dan anak-anak saya, duduk di tengah hujan. Tidak ada tempat untuk berlindung," kata seorang warga bernama Abdel Aziz kepada Anadolu.
Menghadapi kondisi sulit seperti ini, banyak warga terpaksa berlindung di bawah bagian-bagian bangunan yang hancur akibat serangan Israel, meskipun hal tersebut sangat berbahaya.
