Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Hungaria. (pexels.com/sara)
Bendera Hungaria. (pexels.com/sara)

Intinya sih...

  • Hungaria akan lindungi orang yang membantu warga Ukraina kabur

  • Seorang warga Hungaria ditangkap karena selundupkan warga Ukraina

  • Hungaria klaim ada warganya tewas karena dipaksa wamil di Ukraina

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto mendukung warga laki-laki Ukraina yang melarikan diri dari wajib militer. Menurutnya, mobilisasi militer di Ukraina hanya akan memperpanjang peperangan. 

“Banyak warga laki-laki Ukraina yang frustasi dan berusaha untuk melarikan diri dari Ukraina agar dapat menghindari wajib militer. Selama hampir 4 tahun, semua lelah dengan perang ini dan warga Ukraina tidak ingin mati,” terangnya, dikutip dari UNN, Selasa (10/2/2025).

Pernyataan ini menyusul ketegangan antara Hungaria dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban bahkan menyebut, Ukraina sebagai musuh. 

1. Hungaria akan lindungi orang yang membantu warga Ukraina kabur

Szijjarto mengungkapkan, Hungaria akan memberikan perlindungan konsuler kepada warga Hungaria yang membantu warga Ukraina kabur. Ia menolak penangkapan warga Hungaria di Ukraina. 

“Otoritas Ukraina baru saja menangkap seorang warga Hungaria yang membantu lima warga Ukraina kabur ke Hungaria. Kantor Konsulat Jenderal di Berehove akan memberikan perlindungan kepadanya,” katanya, dikutip dari Hungary Today.

Menurutnya, insiden ini membuktikan bahwa perang seharusnya segera berakhir. Dengan itu, mobilisasi massal di Ukraina dengan cara pemaksaan dapat dihentikan sesegera mungkin. 

2. Seorang warga Hungaria ditangkap karena selundupkan warga Ukraina

Badan Penjaga Perbatasan Ukraina mengatakan, seorang warga Hungaria yang ditangkap karena menyelundupkan warga Ukraina. Ia berperan sebagai penjaga dan membantu lima laki-laki menyeberang ke Hungaria. 

Dilansir RBC Ukraine, pelaku diketahui sudah menerima uang sebesar 55 ribu dolar AS (Rp924 juta) dalam aksinya. Setiap laki-laki Ukraina yang ingin mendapatkan jasanya harus membayar antara 9 ribu dolar AS (Rp151 juta) hingga 15 ribu dolar AS (Rp252 juta).

Pelaku diketahui meninggalkan mobil SUV di Desa Choma untuk membantunya dalam penyelundupan orang. Otoritas Ukraina sudah menyita kendaraan, uang tunai, dan ponsel sebagai barang bukti. 

3. Hungaria klaim ada warganya tewas karena dipaksa wamil di Ukraina

Pekan lalu, Szijjarto menyatakan bahwa warganya tewas karena dipaksa ikut dalam wajib militer di Ukraina. Pria bernama Zsolt Reban itu dilaporkan ditangkap oleh petugas Ukraina di jalanan Berehove. 

“Mereka ingin memaksanya ikut wajib militer di Ukraina, tapi dia sakit saat berada di pusat latihan karena sakit jantung dan sayangnya meninggal dunia setelahnya,” ungkap Szijjarto. 

Dalam keterangannya, Szijjarto mengkritik Uni Eropa (UE) yang tidak berusaha menyelesaikan perang. yang hampir 4 tahun Menurutnya, Brussels justru terus mendorong tensi meskipun sudah ada upaya perdamaian dari Amerika Serikat (AS). 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team