Hungaria Tegaskan Bakal Terus Tolak Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa

- Orban menolak masuknya Ukraina di UE
- Tolak bantuan finansial dan militer dari UE ke Ukraina
- Ukraina tuding Orban mengorbankan warga etnis Hungaria
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban menuding Ukraina ikut campur dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen Hungaria. Dengan itu, Hungaria tidak akan menyetujui aksesi Ukraina di Uni Eropa (UE).
“Saya melihat Anda memulai intervensi di pemilu kami. Maka, Hungaria tidak akan menerima pemerintah yang setuju kepada Brussels dan menyeret Hungaria dalam perang di Ukraina,” tuturnya, dikutip dari The Kyiv Independent, Senin (26/1/2026).
Beberapa tahun terakhir, Hungaria dan Ukraina terlibat perseteruan di tengah perang Rusia-Ukraina. Budapest bahkan menolak keras bantuan militer UE kepada Ukraina.
1. Orban tolak keras masuknya Ukraina di UE
Orban mengungkapkan bahwa Hungaria tidak menyetujui masuknya Ukraina menjadi anggota UE. Ia menyatakan Hungaria akan terus menolak rencana keanggotaan Ukraina di Uni Eropa sejak awal hingga 100 tahun ke depan.
Dilansir United24, Orban mendukung upaya perdamaian di Ukraina yang diprakarasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Menurutnya, dana pemulihan Ukraina dari negara-negara G7 yang dapat disetujui.
2. Tolak bantuan finansial dan militer dari UE ke Ukraina
Selain itu, Orban menyampaikan bahwa Ukraina kemungkinan akan menerima dana sebesar 700 miliar euro (Rp13.964 triliun) dari UE. Menurut keterangannya, uang tersebut akan diberikan pada 2040.
Pemimpin sayap kanan itu mengkritik Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy yang hanya mampu meminta bantuan finansial dan militer dari sekutu di Eropa. Sedangkan UE bersedia membantu apapun yang diminta Ukraina, dikutip dari The Kyiv Independent.
Orban menekankan bahwa bantuan ke Ukraina seharusnya dilakukan secara sukarela sesuai kehendak masing-masing negara. Alhasil, tidak mengharuskan seluruh negara anggota UE untuk ikut membantu.
3. Ukraina tuding Orban mengorbankan warga etnis Hungaria
Menanggapi pernyataan Orban, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha menyebut bahwa Orban telah mengorbankan warga etnis Hungaria. Ia menilai Orban lebih mengutamakan kepentingan Rusia.
“Orban dan timnya tidak peduli pada kesejahteraan dan keamanan warga Hungaria di Ukraina. Dengan memblokir aksesi Ukraina menjadi anggota UE berarti dia memilih untuk menuruti kepentingan Rusia,” terangnya.
Sybiha menyebut, Orban bertingkah seperti sosok tangan kanan Hitler. Menurutnya, Orban telah mengantarkan Hungaria bersekutu dengan Kremlin yang tidak diharapkan oleh warganya.


















