Dierektur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi. (wikimedia.org/IAEA Imagebank)
IAEA mencatat adanya lonjakan aktivitas yang signifikan pada operasional reaktor lima megawatt serta unit pemrosesan ulang bahan bakar di kompleks Yongbyon. Tak hanya itu, fasilitas reaktor air ringan yang berada di kawasan yang sama juga mulai menunjukkan tanda-tanda pengoperasian kembali setelah sempat ditutup.
Badan tersebut turut menyoroti penyelesaian sebuah fasilitas pengayaan uranium baru yang sampai saat ini belum dideklarasikan oleh Pyongyang. Temuan terbaru dari IAEA sejalan dengan hasil analisis citra satelit yang dirilis oleh lembaga riset Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Gedung baru yang teridentifikasi tersebut diyakini mampu memproduksi material nuklir tingkat senjata dengan jauh lebih efektif dan masif. Pengamat juga mendeteksi adanya fasilitas dengan struktur bangunan yang serupa di kompleks Kangson yang berlokasi tidak jauh dari Pyongyang.
"Semua ini mengarah pada peningkatan yang sangat serius pada kemampuan produksi senjata nuklir Korea Utara, yang diperkirakan mencapai beberapa lusin hulu ledak," ungkap Grossi, dilansir Al Jazeera.