Perdana Menteri Keir Starmer (©UK Parliament/Jessica Taylor, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Starmer menyatakan bahwa hubungan khusus antara Inggris dan AS tetap berjalan seperti biasa. Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengkritiknya secara terbuka.
Trump sebelumnya menilai Starmer bertanggung jawab karena sempat menolak penggunaan pangkalan Inggris untuk serangan terhadap Iran. Ia bahkan menyebut Starmer bukan Winston Churchill (ex PM Inggris saat Perang Dunia II).
Starmer menjelaskan bahwa Inggris memang pada awalnya tidak memberikan izin penggunaan pangkalan. Pemerintah Inggris kemudian memberikan izin terbatas di dua lokasi, yaitu Gloucestershire dan pangkalan gabungan Inggris-AS di Diego Garcia di Samudra Hindia, khusus untuk tujuan defensif setelah Iran menyerang negara tetangganya.
Ia juga menegaskan bahwa pangkalan Akrotiri tidak digunakan oleh pesawat tempur AS.
“Kami bekerja sama di wilayah tersebut, AS dan Inggris bekerja sama untuk melindungi baik AS maupun Inggris di pangkalan bersama, di mana kami berada bersama dan kami berbagi intelijen secara 24/7 seperti biasa,” kata Starmer, dikutip dari CNA.
Starmer juga menyampaikan bahwa pemerintah Inggris sedang membantu warganya yang terdampak konflik di kawasan. Lebih dari 4 ribu warga Inggris telah kembali dari Uni Emirat Arab menggunakan penerbangan komersial. Sekitar 140 ribu warga Inggris lainnya telah melaporkan keberadaan mereka di Timur Tengah karena banyak bandara di kawasan tersebut ditutup akibat perang.