Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inggris-Prancis Kirim Kapal Perang ke Siprus Usai Diserang Drone Iran

Inggris-Prancis Kirim Kapal Perang ke Siprus Usai Diserang Drone Iran
HMS Dragon milik Inggris (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Jacob D. Moore, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Inggris dan Prancis mengerahkan kapal perang serta sistem pertahanan udara ke Laut Tengah timur untuk memperkuat keamanan pangkalan Inggris di Siprus setelah serangan drone Iran.
  • Inggris menugaskan HMS Dragon dan helikopter Wildcat, sementara Prancis mengirim kapal induk Charles de Gaulle beserta jet Rafale dan fregat Languedoc guna mendukung pertahanan kawasan.
  • Serangan drone Shahed memicu evakuasi sekitar 1.000 warga Siprus, dengan Yunani dan Jerman turut mengirim bantuan militer demi menjaga stabilitas regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Inggris dan Prancis mengerahkan armada kapal perang serta aset pertahanan udara ke Laut Tengah bagian timur pada Selasa (3/3/2026). Pengerahan militer ini bertujuan untuk memperkuat keamanan di sekitar pangkalan udara Inggris di wilayah Siprus.

Keputusan ini diambil sehari setelah drone buatan Iran menyerang Pangkalan Angkatan Udara Inggris (RAF) Akrotiri. Serangan pada Senin tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan ringan pada fasilitas hanggar pesawat. Pemerintah Siprus menduga bahwa kelompok proksi Iran di Lebanon mendalangi peluncuran drone tersebut.

1. Inggris tugaskan HMS Dragon untuk lindungi Siprus

ilustrasi bendera Inggris. (unsplash.com/simon frederick)
ilustrasi bendera Inggris. (unsplash.com/simon frederick)

Kementerian Pertahanan Inggris menugaskan kapal perusak Type-45, HMS Dragon, menuju perairan Siprus. Kapal perang ini beroperasi dengan dukungan lebih dari 200 personel militer.

HMS Dragon dilengkapi sistem rudal Sea Viper yang mutakhir. Kapal ini mampu meluncurkan delapan rudal hanya dalam waktu kurang dari 10 detik. Sistem radarnya juga dapat memandu hingga 16 proyektil secara bersamaan untuk mencegat target secara presisi.

Militer Inggris juga mengerahkan tambahan dua unit helikopter Wildcat ke perairan konflik tersebut. Wildcat telah dipersenjatai dengan sistem rudal Martlet yang dirancang untuk melumpuhkan ancaman drone.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membenarkan bahwa pengerahan aset ini merupakan respons dari eskalasi perang AS-Israel dengan Iran. Ia menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap keamanan seluruh personel militer yang bertugas di Siprus.

“Kami akan selalu bertindak demi kepentingan Inggris dan sekutu kami,” ujar Keir Starmer, dilansir BBC.

2. Prancis kerahkan kapal induk bertenaga nuklir

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Spc. Thurnapuf Valle, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Spc. Thurnapuf Valle, Public domain, via Wikimedia Commons)

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menginstruksikan pemindahan armada kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle. Kapal tersebut akan berlayar menyeberangi Laut Baltik menuju perairan Laut Tengah dengan pengawalan udara dan kapal fregat.

Militer Prancis turut menyiagakan armada jet tempur Rafale bersama sistem pertahanan antipesawat. Sistem radar udara tambahan juga telah dikirim ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Kapal fregat Languedoc sendiri merapat di lepas pantai Siprus pada Selasa malam waktu setempat.

Mobilisasi ini merupakan implementasi dari perjanjian pertahanan antara Prancis dan Siprus. Pemerintah Prancis juga memantau risiko ancaman udara melalui koordinasi intensif dengan negara mitra regional.

“Siprus telah menjadi target dalam beberapa hari terakhir dan mereka membutuhkan dukungan kita,” tutur Macron, dilansir BBC.

3. Siprus evakuasi ribuan penduduknya setelah serangan Iran

misil Iran. (unsplash.com/Moslem Danesh)
misil Iran. (unsplash.com/Moslem Danesh)

Rangkaian eskalasi militer ini dipicu oleh serangan drone jenis Shahed yang menghantam Pangkalan Udara Akrotiri. Fasilitas pangkalan strategis Inggris tersebut terletak di wilayah barat daya kota pesisir Limassol, Siprus. Insiden itu memaksa otoritas setempat mengevakuasi sekitar 1.000 penduduk dari permukiman mereka.

Negara Eropa lain seperti Yunani dan Jerman juga merespons positif permintaan bantuan keamanan dari pemerintah Siprus. Angkatan Bersenjata Yunani telah memberangkatkan empat jet tempur F-16 dan dua kapal fregat ke kawasan itu. Salah satu kapal tersebut dilengkapi sistem Centauros untuk melumpuhkan drone yang terbang rendah.

Bantuan persenjataan ini sangat penting karena kawasan rawan di Siprus sama sekali tidak memiliki sistem peringatan sirene bahaya. Upaya evakuasi penduduk setempat saat ini hanya bergantung pada ketersediaan armada bus kota dan kendaraan lokal.

"Yunani hadir, dan akan terus hadir untuk membantu dengan cara apa pun dalam pertahanan Republik Siprus," kata Menteri Pertahanan Yunani Nikos Dendias.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More