Jakarta, IDN Times - Upaya internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel akhirnya dijalankan. Inggris mengambil inisiatif dengan mengumpulkan 35 negara untuk membahas langkah bersama untuk menjaga jalur energi paling vital di dunia itu.
Pertemuan tingkat menteri luar negeri dijadwalkan berlangsung pekan ini di London. Agenda utamanya adalah merumuskan strategi diplomatik dan politik untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang kini terblokade.
Blokade tersebut telah menyebabkan sekitar 1.000 kapal tertahan, mengganggu rantai pasokan energi global. Kondisi ini memicu kekhawatiran luas karena Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia.
Di tengah konsolidasi internasional ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru melontarkan kritik tajam terhadap NATO. Dia bahkan menyebut aliansi tersebut sebagai "macan kertas" karena dinilai tidak membantu AS dalam konflik melawan Iran. Pernyataan Trump menambah dinamika geopolitik, ketika negara-negara lain justru berupaya memperkuat koordinasi demi menjaga stabilitas kawasan.
