ilustrasi bendera Inggris (pexels.com/James Frid)
Dilansir DW, dalam pembahasan akhir di House of Lords, Baroness Gillian Merron dari Partai Buruh menyatakan dukungan penuh terhadap undang-undang ini dan menyebutnya sebagai langkah bersejarah. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai intervensi kesehatan masyarakat terbesar dalam satu generasi yang berpotensi menyelamatkan banyak nyawa.
Baron Naseby dari Partai Konservatif menyampaikan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap pelaku usaha ritel. Ia menilai pemerintah belum sepenuhnya mempertimbangkan masukan dari perwakilan industri tembakau.
Hazel Cheeseman dari Action on Smoking and Health (ASH) menyambut positif kebijakan ini.
“Ini adalah titik balik yang menentukan bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
Cheeseman menilai berakhirnya kebiasaan merokok kini menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Ia menambahkan bahwa undang-undang ini memberikan “hadiah abadi” bagi generasi mendatang.
Sarah Sleet dari Asthma and Lung UK juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai masa depan tanpa asap rokok akan menghentikan dampak buruk industri tembakau terhadap kesehatan paru-paru generasi berikutnya.
Richard Begg dari VPZ The Vaping Specialist memperingatkan potensi dampak pembatasan ketat terhadap vape. Mark Oates dari We Vape menekankan pentingnya variasi rasa sebagai faktor yang membantu perokok dewasa beralih ke alternatif yang dinilai lebih rendah risiko.
Dilansir The Guardian, data menunjukkan kebiasaan merokok menyebabkan sekitar 400 ribu rawat inap dan 64 ribu kematian setiap tahun di Inggris. Beban terhadap NHS mencapai 3 miliar pound sterling (sekitar Rp69,4 triliun) per tahun, sementara total kerugian ekonomi diperkirakan berada di kisaran 21,3-27,6 miliar pound (sekitar Rp493-638 triliun.)
Dengan pengesahan aturan ini, Inggris menjadi salah satu dari dua negara yang menerapkan larangan tembakau berbasis generasi bersama Maladewa. Kebijakan serupa sebelumnya sempat diperkenalkan di Selandia Baru, namun kemudian dibatalkan setelah pergantian pemerintahan pada 2023.