Kegiatan mata-mata yang dilakukan oleh para tersangka berfokus pada pengumpulan informasi dan pemantauan lokasi penting milik komunitas Yahudi. Mereka mengawasi sejumlah orang serta tempat umum, seperti rumah ibadah dan pusat kegiatan sosial, yang menjadi pusat kehidupan warga Yahudi di London. Pihak keamanan menganggap aktivitas ilegal ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanan warga, karena data yang dikumpulkan bisa digunakan untuk merencanakan tindakan kekerasan di masa depan.
Kepala badan intelijen MI5, Ken McCallum, sebelumnya sudah memperingatkan adanya peningkatan ancaman dari Iran di Inggris. Ia mengungkapkan bahwa pihak intelijen Iran sering menggunakan cara-cara kasar, termasuk ancaman pembunuhan dan penculikan terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan politik. Laporan keamanan mencatat ada lebih dari 20 rencana serangan berbahaya yang didukung Iran berhasil digagalkan dalam setahun terakhir, yang sebagian besar menargetkan media serta tokoh penting dalam komunitas Yahudi.
Peningkatan ancaman ini sejalan dengan data yang mencatat adanya lonjakan tindakan kebencian terhadap warga Yahudi di Inggris. Sepanjang tahun 2025, terdapat 3.700 kasus kebencian yang dilaporkan, atau naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menanggapi situasi ini, Commander Helen Flanagan meminta masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap keadaan di sekitar mereka.
"Kami mengerti masyarakat merasa khawatir, terutama komunitas Yahudi. Saya meminta warga tetap waspada dan segera melapor jika melihat atau mendengar hal yang mencurigakan," ujar Flanagan, dilansir Time.