Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)
bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Intinya sih...

  • Iran tegaskan diplomasi dengan itikad baikAbbas Araghchi menegaskan sikap Iran melalui pernyataan tertulis yang diunggah di platform X menjelang perundingan dengan Amerika Serikat. Ia menekankan, Iran tidak melupakan pengalaman masa lalu dalam menjalani proses diplomasi.

  • Negosiasi nuklir di OmanIran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar perundingan nuklir di Oman pada hari ini. Dari pihak Amerika Serikat, delegasi akan dipimpin oleh Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump, bersama utusan khusus AS Steve Witkoff.

  • Ketegangan AS–Iran dalam isu program nuklirRencana perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya keteg

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan, Tehran memasuki jalur diplomasi dengan Amerika Serikat secara ‘itikad baik’ menjelang perundingan nuklir yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Jumat (6/2/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, yang dipicu oleh penambahan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia serta ancaman berulang Presiden AS Donald Trump.

Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar perundingan nuklir di Muscat, ibu kota Oman, setelah sempat muncul keraguan mengenai kelanjutan dialog tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, Gedung Putih memastikan perundingan tetap akan berlangsung. Sejumlah negara pun turut berupaya meredakan ketegangan, termasuk Turki yang disebut memainkan peran aktif sebagai mediator.

1. Iran tegaskan diplomasi dengan itikad baik

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Chatham House, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Abbas Araghchi menegaskan sikap Iran melalui pernyataan tertulis yang diunggah di platform X menjelang perundingan dengan Amerika Serikat. Ia menekankan, Iran tidak melupakan pengalaman masa lalu dalam menjalani proses diplomasi.

“Iran memasuki diplomasi dengan mata terbuka dan ingatan yang jelas atas tahun lalu. Kami terlibat dengan itikad baik dan berdiri teguh atas hak-hak kami,” kata Araghchi dalam pernyataannya, dilansir dari Anadolu, Jumat (6/2/2026).

Ia juga menekankan, kesepakatan apa pun hanya dapat tercapai jika semua pihak memegang komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Menurutnya, kepercayaan menjadi elemen kunci dalam proses perundingan.

“Komitmen harus dihormati,” ujar Araghchi, seraya menambahkan bahwa kesetaraan posisi, saling menghormati, dan kepentingan bersama merupakan keharusan dan pilar dari sebuah kesepakatan yang berkelanjutan.

2. Negosiasi nuklir di Oman

bendera Oman (unsplash.com/ahmed nasser)

Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar perundingan nuklir di Oman pada hari ini. Dari pihak Amerika Serikat, delegasi akan dipimpin oleh Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump, bersama utusan khusus AS Steve Witkoff.

Sementara itu, Iran akan diwakili oleh delegasi diplomatik yang dipimpin langsung oleh Abbas Araghchi. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan Araghchi telah tiba di Muscat untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Perundingan ini sempat berada dalam ketidakpastian awal pekan ini, di tengah laporan mengenai memburuknya hubungan kedua negara dan meningkatnya tekanan militer di kawasan.

Namun, seorang pejabat Gedung Putih memastikan pertemuan tersebut tetap akan berlangsung sesuai rencana, meskipun suasana diplomatik masih dibayangi ketegangan.

3. Ketegangan AS–Iran dalam isu program nuklir

Rencana perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Amerika Serikat diketahui memperkuat kehadiran militernya di Teluk Persia, yang disertai ancaman tindakan militer dari Presiden Donald Trump.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara menyatakan kesediaan untuk menjadi mediator guna meredakan situasi. Turki disebut sebagai salah satu negara yang paling aktif mendorong dialog antara kedua pihak.

Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, selama ini menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. Tuduhan tersebut terus dibantah oleh Teheran.

Iran menegaskan, program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai. Pemerintah Iran menyatakan pengembangan nuklir dilakukan untuk tujuan sipil, termasuk pembangkit listrik dan kebutuhan energi nasional.

Editorial Team