Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Selangkah Lagi Borong Rudal Supersonik CM-302 dari China
ilustrasi rudal (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)
  • Iran dikabarkan hampir menuntaskan pembelian rudal jelajah supersonik CM-302 dari China, setelah dua tahun negosiasi intensif dan kunjungan rahasia pejabat pertahanan Iran ke Beijing.
  • Kesepakatan ini berpotensi melanggar embargo senjata PBB terhadap Iran, sekaligus memperkuat hubungan militer Beijing–Teheran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
  • CASIC menyebut CM-302 sebagai rudal anti-kapal unggulan yang mampu menghancurkan kapal induk, sementara analis menilai akuisisi ini akan meningkatkan kekuatan tempur laut Iran secara signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Iran dikabarkan tinggal selangkah lagi merampungkan pembelian rudal jelajah anti-kapal supersonik CM-302 produksi China. Informasi ini disampaikan oleh enam sumber yang mengetahui langsung proses negosiasi tersebut. CM-302 memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer dan melesat rendah di atas permukaan laut dengan kecepatan tinggi, sehingga sulit dideteksi sistem pertahanan kapal perang.

Sejumlah analis militer menilai kehadiran rudal itu akan mendongkrak drastis daya gempur laut Iran dan berpotensi mengancam armada Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Danny Citrinowicz, eks perwira intelijen Israel yang kini menjadi peneliti senior Iran di Israel’s Institute for National Security Studies, memaparkan dampaknya.

“Ini adalah perubahan total permainan jika Iran memiliki kemampuan supersonik untuk menyerang kapal di kawasan tersebut. Rudal-rudal ini sangat sulit dicegat,” katanya, dikutip dari CNA.

1. Negosiasi Iran China masuk tahap akhir

ilustrasi bendera iran (pexels.com/aboodi vesakaran)

Pembahasan pengadaan rudal tersebut sudah berlangsung setidaknya dua tahun terakhir. Laju perundingan melonjak setelah konflik singkat 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni tahun lalu. Pada musim panas lalu, prosesnya dilaporkan telah mendekati tahap final, dilansir dari Times of India.

Dalam fase itu, Wakil Menteri Pertahanan Iran Massoud Oraei bersama sejumlah pejabat senior lainnya melakukan kunjungan ke China yang sebelumnya tak pernah dipublikasikan. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran menjelaskan kepada Reuters konteks kerja sama tersebut.

“Iran memiliki perjanjian militer dan keamanan dengan sekutunya, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan perjanjian-perjanjian tersebut,” katanya.

Hingga kini Reuters belum dapat memastikan jumlah rudal yang akan dibeli, nilai transaksinya dalam dolar AS maupun rupiah, serta apakah kontrak tersebut benar-benar akan diteken di tengah situasi kawasan yang memanas.

2. Potensi pengiriman CM-302 langgar embargo PBB

Bendera PBB (Denelson83, Zscout370 ve Madden, Public domain, via Wikimedia Commons)

Apabila kesepakatan terlaksana, CM-302 akan menjadi sistem persenjataan paling canggih yang pernah diterima Iran dari China. Distribusi rudal itu berpotensi melanggar embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Iran yang kembali diberlakukan pada September lalu, setelah sebelumnya dimulai pada 2006, ditangguhkan lewat kesepakatan nuklir 2015, lalu diaktifkan lagi.

Hubungan militer Beijing dan Teheran disebut makin erat seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Situasi tersebut dinilai menyulitkan AS dalam upaya membendung program rudal dan nuklir Iran. Saat ini Washington mengerahkan kekuatan laut besar di sekitar Iran, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok tempurnya dan kapal induk USS Gerald R. Ford yang tengah menuju kawasan tersebut dengan pengawalnya. Kedua kapal induk itu secara total membawa lebih dari 5 ribu personel serta sekitar 150 pesawat tempur.

3. CASIC klaim CM-302 rudal anti-kapal terbaik

Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

Perusahaan Sains dan Industri Dirgantara China (CASIC), perusahaan milik negara China, menyebut CM-302 sebagai rudal anti-kapal unggulan di dunia. Sistem ini diklaim mampu menenggelamkan kapal induk maupun kapal perusak. Peluncurannya dapat dilakukan dari kapal perang, pesawat, atau kendaraan darat bergerak, serta bisa diarahkan ke target di daratan.

Pieter Wezeman, peneliti senior di Stockholm International Peace Research Institute, menyatakan akuisisi tersebut akan membantu Iran mengisi kembali stok persenjataan yang terkuras akibat perang tahun lalu. Selain CM-302, Teheran juga membahas pembelian sejumlah sistem senjata lain dari China, seperti rudal permukaan-ke-udara, sistem pertahanan udara portabel atau MANPADS, sistem anti-balistik, dan senjata anti-satelit.

Pada dekade 1980-an, China tercatat memasok senjata dalam jumlah besar ke Iran. Namun sejak akhir 1990-an, pengiriman berskala besar itu menyusut akibat tekanan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, AS hanya menuduh perusahaan-perusahaan China menyediakan komponen pendukung rudal, bukan sistem rudal utuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team