Jakarta, IDN Times - Kantor penghubung Israel di Maroko akan dibuka kembali musim panas ini, untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang Israel di Gaza. Aktivis pro-Palestina setempat memperingatkan bahwa keputusan Rabat tersebut dapat mengacaukan negara.
Menurut laporan media lokal pekan lalu, Hassan Kaiba, seorang tokoh penting di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang beragama Islam, ditunjuk sebagai perwakilan baru Tel Aviv di Maroko.
“Sungguh memalukan bahwa negara Maroko memutuskan untuk menggantikan pelaku pelecehan seksual David Govrin (mantan utusan Israel untuk Rabat) dengan penjahat perang baru, meskipun masyarakat Maroko menentang normalisasi,” ujar Mouad El-Jahri, anggota Front Maroko Menentang Normalisasi.
