Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
kuburan tentara yang gugur dalam perang dunia I di pemakaman Belanda
kuburan tentara yang gugur dalam perang dunia I di pemakaman Belanda (Nannix, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Militer Israel meratakan pemakaman bersejarah di Gaza

  • Komisi Makam Perang Persemakmuran akui kerusakan pemakaman di Gaza

  • Banyak pemakaman warga Palestina hancur atau tidak dapat diakses akibat perang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel telah membuldoser sebagian pemakaman bersejarah di Jalur Gaza, yang berisi kuburan tentara Inggris, Australia, dan sekutu lainnya yang tewas dalam Perang Dunia I dan II. Temuan ini terungkap melalui citra satelit terbaru yang dipublikasikan oleh The Guardian.

Citra satelit dari pemakaman perang di kawasan al-Tuffah, Kota Gaza, menunjukkan adanya aktivitas pengerjaan tanah dalam skala besar di sudut paling selatan area tersebut. Kawah bekas ledakan bom terlihat di sekitar lokasi, sejumlah batu nisan telah disingkirkan, kondisi tanah rusak parah, dan sebuah tanggul tanah berukuran besar tampak membentang melintasi bagian tengah area terdampak. Skala kerusakan ini mengindikasikan kemungkinan penggunaan peralatan berat.

Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada permukaan tanah dalam citra yang diambil pada Maret 2025. Namun, kondisi berbeda tampak jelas dalam foto satelit bertanggal 8 Agustus 2025.

1. Militer Israel telah dua kali meratakan pemakaman tersebut

buldoser (unsplash.com/Billy Freeman)

Essam Jaradah, yang dulunya menjaga pemakaman tersebut, mengungkapkan bahwa dua operasi pembuldoseran terjadi di area tersebut. Operasi pertama dilakukan di luar tembok pemakaman yang ditanami pohon zaitun, sementara operasi kedua menghancurkan hampir 1.000 meter persegi area di dalam kompleks pemakaman, termasuk makam tentara Australia.

“Saya menyaksikan pembuldoseran ini setelah tentara Israel mundur dari wilayah tersebut, sekitar akhir April atau awal Mei," ujarnya.

Ketika ditunjukkan citra satelit pemakaman tersebut, militer Israel mengklaim bahwa pasukannya menggunakan area itu untuk berlindung saat terjadinya pertempuran.

“Selama operasi IDF (militer Israel) di area itu, teroris berupaya menyerang pasukan IDF dan berlindung di bangunan-bangunan yang berada di dekat pemakaman. Sebagai tanggapan, demi memastikan keselamatan pasukan IDF yang bertugas di darat, langkah-langkah operasional diambil di area tersebut untuk menetralkan ancaman yang teridentifikasi," kata juru bicara militer Israel.

2. Komisi Makam Perang Persemakmuran (CWGC) akui kerusakan pemakaman di Gaza

bunga diletakkan di atas sebuah makam (unsplash.com/Caroline Attwood)

Setelah gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, Gaza terbagi oleh Yellow Line, yang memisahkan wilayah yang dikuasai Israel dan wilayah di bawah kendali Hamas. Garis tersebut awalnya melintasi area pemakaman, tapi belakangan telah digeser lebih jauh ke arah barat oleh pasukan Israel.

Komisi Makam Perang Persemakmuran (CWGC), yang bertanggung jawab atas pemeliharaan pemakaman perang di Gaza dan lokasi serupa di seluruh dunia, terakhir kali memberikan komentar mengenai kondisi pemakaman tersebut pada 11 Desember.

“Akibat konflik, pemakaman ini mengalami kerusakan luas pada batu nisan, monumen peringatan, tembok pembatas, fasilitas staf, dan area penyimpanan,” kata CWGC. Komisi itu juga melaporkan kerusakan pada monumen Divisi Infanteri ke-54 (Anglikan Timur) Angkatan Darat Inggris, serta monumen PBB India dan bagian pemakaman Hindu, Muslim, serta Turki.

Peter Stanley, sejarawan militer dari University of NSW Canberra, mengatakan bahwa warga Australia tidak pernah melupakan pengabdian para tentaranya di Timur Tengah.

“Pemakaman di Gaza dihargai dan dirawat sebagaimana pemakaman lain di seluruh dunia: begitu banyak rasa dan emosi yang dicurahkan untuk menjaga tempat-tempat ini sebagai lokasi yang sakral. Kebutuhan utama saat ini adalah menghentikan kematian warga di Gaza dan memberikan pertolongan kepada mereka yang telah kelaparan dan menderita selama bertahun-tahun," ungkapnya.

3. Banyak pemakaman warga Palestina hancur atau tidak dapat diakses akibat perang

serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Penghancuran pemakaman perang ini terjadi di tengah meluasnya kerusakan terhadap lokasi pemakaman warga Palestina di seluruh Gaza. Organisasi-organisasi hak asasi manusia telah berulang kali kali mendokumentasikan kasus penggalian dan perataan pemakaman hingga pemindahan jenazah.

"Penghancuran terbaru terhadap pemakaman di Gaza menjadi bukti betapa kecilnya penghargaan mereka terhadap warga Palestina, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Pengabaian total terhadap kesakralan makam dan perlakuan terhadap jenazah warga Palestina seolah-olah sebagai objek yang bisa disingkirkan tanpa memedulikan keluarga mereka,” kata Ubai Al-Aboudi, direktur eksekutif Pusat Penelitian dan Pengembangan Bisan, dikutip dari The New Arab.

Pasukan Israel sebelumnya juga menyebabkan kerusakan signifikan saat melakukan pencarian jenazah seorang sandera di Pemakaman Al-Batsh, wilayah timur Kota Gaza. Menurut keterangan pejabat Israel, sekitar 250 makam rusak dan sekitar 700 lainnya dibongkar dalam operasi tersebut

Di tengah perang yang terus berkecamuk, banyak keluarga Palestina mengaku tidak lagi dapat menemukan makam kerabat mereka yang tewas dalam serangan Israel. Saking banyaknya pemakaman yang hancur atau tidak dapat diakses, kuburan massal darurat pun bermunculan di jalanan, halaman rumah, dan stadion di berbagai wilayah Gaza.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team